Kalimantan Timur
Kaltim Kembangkan Kawasan Industri Berbasis Unggulan Daerah

Membangun Kekuatan dan Kemandirian Ekonomi 

SAMARINDA – Pemprov Kaltim menyiapkan berbagai strategi pembangunan guna mewujudkan Visi Kaltim Maju 2018. Salah satu strategi tersebut yakni meningkatkan keungulan komparatif dan kompetitif dengan mengembangkan potensi keunggulan daerah. Mengingat Kaltim memiliki sumber daya alam (SDA) dan lingkungan yang sangat kaya.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan bila kekayaan alam itu dikelola dengan baik, semua manfaat dari kekayaan alam akan dinikmati masyarakat Kaltim sehingga ekonomi rakyat akan lebih mandiri dengan kualitas hidup lebih baik.

“Percepatan pengembangan sektor industri pengolahan berbasis komoditi unggulan daerah dan berbagai sektor lainnya yang memenuhi skala ekonomi menjadi strategi yang dipilih dan akan terus didorong dalam lima tahun kedepan. Untuk itu seluruh SKPD lingkup Pemprov bersama kabupaten/kota harus bekerja keras dan kompak untuk mewujudkannya,” kata Awang Faroek Ishak, pekan lalu.

Proses ini, lanjut dia, diharapkan menghasilkan efisiensi yang tinggi dan selanjutnya akan dihasilkan competitive advantage (keunggulan kompetitif) yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga diharapkan produk domestik dapat memasuki persaingan global.

“Dengan kata lain, produk-produk yang dihasilkan melalui operasi usaha yang lebih efisien akan muncul sebagai produk lokal yang unggul dan dapat memenangkan pasar lokal maupun global,” jelasnya.

Bila setiap kabupaten/kota di Kaltim memiliki produk unggulan masing-masing, maka diseluruh daerah akan ada berbagai ragam produk andalan yang memiliki karakter masing-masing daerah. Produk unggulan domestik tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat pada umumnya.

“Oleh karena itu setiap daerah harus melakukan pemetaan atas produk unggulan setiap daerah, agar diketahui keunggulan di masing-masing daerah serta selanjutnya dapat dipromosikan di seluruh pasar domestik maupun pasar global,” ucapnya.

Guna mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah di Kaltim, selanjutnya program pembangunan di bagi dalam beberapa kawasan strategis di kabupaten/kota sesuai dengan keunggulan daerah masing-masing.

Berbagai pengembangan kawasan unggulan itu, yakni Kawasan Industri Kariangau (KIK) di Balikpapan, Kawasan Industri dan Perdagangan Jasa Samarinda dan Kutai Kartanegara, Kawasan Industri berbasis migas dan kondensat di Bontang dan Kutai Kartanegara, Kawasan Industri yang terintegrasi di Maloy Kutai Timur.

Selain itu, sektor pariwisata dan pertanian menjadi perhatian serius, untuk itu pengembangan Kawasan Industri Pariwisata Pulau Derawan dan sekitarnya terus dilakukan. Sedangkan untuk pertanian dalam arti luas, dikembangkan Kawasan Industri Pertanian Paser dan PPU di wilayah selatan, serta Kawasan Industri Pertanian Kukar dan Kubar di wilayah tengah. Sedangkan perbatasan tetap menjadi prioritas, khususnya Kawasan Strategis Perbatasan di Mahulu. (her/sul/es/hmsprov).

///FOTO :  Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy merupakan kawasan ekonomi yang dipersiapkan untuk pengembangan industry berbasis ungula daerah.  Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat meninjau kawasan KIPI Maloy beberapa waktu lalu.(dok/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait