Kaltim Kembangkan Padi Unggul Nasional Sistem Subsidi Bibit

SAMARINDA - Kaltim sedang mengembangkan berbagai varietas padi unggul nasional pada 50 kecamatan potensial pertanian yang tersebar di 10 kabupaten hingga 2014. Masing-masing kecamatan akan ditanam sedikitnya 100 hektare (ha) sehingga diharapkan terjadi lonjakan produksi padi pada lahan 5.000 ha diluar Program Food and Rice Estate.
"Penanaman padi varietas unggul nasional ini merupakan program nasional sehingga pengadaan bibit unggul nasional disediakan oleh Kementerian Pertanian dengan cara pemberian subsidi bagi petani," kata Kepala Dinas  Pertanian Tanaman Pangan Kaltim, H Ibrahim didampingi Kepala Bidang Produksi Pangan, Gunawan Wibisono, Kamis (16/5).
Dijelaskan, pemberian subsidi ini diharapkan akan lebih efektif daripada  cara Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) yang selama ini diterapkan kepada petani. Karena, bantuan tersebut seringkali terlambat dari jadwal tanam padi. Apalagi masa tanam padi di Kaltim yang sangat luas, dapat berbeda antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya.
Dengan subsidi ini, diharapkan petani bisa membeli padi dengan harga rendah dan lebih mudah menyesuaikannya dengan masa tanam. Jadi tidak ada lagi keterlambatan bibit padi yang mengakibatkan kerugian karena menurunnya produksi padi akibat keterlambatan para petani menanam.
Saat ini Pemerintah sedang menyusun petunjuk teknis dan acuan tentang mekanisme pemberian subsidi benih ini. Misalnya dapat diberikan setelah petani telah menjadi calon petani calon lokasi (CPCL).  
Satu kilogram bibit padi unggul nasional seharusnya dibeli petani seharga Rp8.500, namun karena disubsidi oleh Pemerintah hingga 75 persen, maka padi unggul tersebut bisa dibeli dengan harga  sekitar Rp2.000 per kg.   
Selain mendapatkan bibit padi unggul, petani juga akan mendapatkan bantuan teknologi pertanian terbaru, pupuk dan saprodi lainnya. Sehingga produksi padi pada  50 kecamatan ini dapat menjadi penopang pangan Kaltim untuk swasembada beras 2014.
"Dengan membeli bibit bersubsidi akan lebih menguntungkan dibanding petani menunggu bantuan bibit seperti biasanya. Karena apabila terlambat tanam maka petani akan menanggung kerugian disebabkan rendahnya produksi," ujar Ibrahim. (yul/hmsprov).

///Foto : Kaltim  terus mendorong pengembangan varietas padi unggul untuk mendongkrak produktivitas gabah guna mencapai target swasembada beras.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait