Kaltim Kendalikan Serangan Hama Tikus

SAMARINDA – Luas serangan hama tikus terhadap tanaman padi di Kaltim dalam sembilan tahun terakhir sejak 2004 hingga 2012  mencapai rata-rata 1.540 hektare   per tahun. Dari serangan ini enam hektare diantaranya mengalami puso atau gagal panen.
Demikian dijelaskan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTD-PTPH), Ir. H. Muhammad Alimuddin, Rabu (6/11), terkait serangan hama tikus di daerah ini.
Dijelaskan Alimuddin, salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) yang sering menimbulkan  kerugian cukup besar adalah hama tikus. Tikus merusak tanaman padi sejak dipersemaian hingga hasil tanaman di penyimpanan.
“Besarnya serangan hama tikus ini membuat Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim melalui UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura akan melakukan Gerakan Pengendalian Massal Hama Tikus yang akan dilakukan bersama petani,” ujarnya.
Dijelaskan Alimuddin, kehilangan hasil tanaman akibat serangan hama tikus di Indonesia mencapai 17 persen dengan luas serangan rata-rata mencapai 158.939  hektare per tahun yang mengakibatkan 2.605  hektare  diantaranya mengalami gagal panen.
Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan hama utama tanaman padi dari golongan  mamalia yang dapat hidup di lubang-lubang tegalan sejak padi di semai hingga padi akan panen.
Diharapkan dengan Gerakan Pengendalian Massal Hama Tikus ini akan dapat memotivasi petani dalam ikut serta menekan serangan hama tikus untuk pencapaian peningkatan produksi padi di Kaltim.
“Pencanangan gerakan pengendalian hama tikus ini melalui pengumpanan, gropyokan, perburuan langsung, penyemprotan lubang-lubang tikus maupun pemasangan bahan-bahan lainnya,” ujarnya.
Rencananya,  pengendalian hama tikus untuk tahap awal akan dilakukan di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu Laut , Penajam Paser Utara pada lahan padi sawah 800 hingga 1.000 hektare.(yul/hmsprov)
 

Berita Terkait