Kaltim Kirim 15 Mahasiswa ke Universitas of Adelaide

Pendidikan S-2 Bahasa Inggris Program Double Degree

SAMARINDA-Sebanyak 15 mahasiswa asal Kaltim terpilih sebagai mahasiswa di jenjang Magister atau S2 bidang studi Bahasa Inggris dalam program Double Degree  di Universitas of Adelaide, Australia selama setahun pada 2014. Program Double Degree ini merupakan kerjasama antara Pemprov Kaltim melalui Dinas Pendidikan Kaltim dengan Universitas Mulawarman dan Universitas of Adelaide Australia.  
“Program Double Degree ini diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan guru-guru Bahasa Inggris di Kaltim. Karena Bahasa Inggris memang harus mendapatkan perhatian khusus. Jadi, pembelajaran bahasa tersebut bukan hanya sebatas proses belajar mengajar, tetapi yang diharapkan adalah ketika lulus, para siswa SMP sudah aktif berbahasa Inggris,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim H Musyahrim usai menerima kunjungan mahasiswa S-2 Bahasa Inggris Program Double Degree di Kaltim, di Kantor Disdik Kaltim, Rabu (20/11).  
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru sekolah unggulan yang tersebar di Kaltim. Sebab salah satu untuk mengajar di sekolah-sekolah unggulan tersebut para guru minimal harus memiliki kompetensi S-2.   
“Kami berharap kualitas kompetensi siswa dan siswa di Kaltim ke depan dapat ditingkatkan secara maksimal. Sebab, keberhasilan anak-anak kita tergantung dari guru-gurunya,” jelas Musyahrim.  
Menurut dia, program yang dilaksanakan ini adalah merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dengan Universitas of Adelaide, tahun 2011. Program studi yang  menjadi bagian kerjasama adalah bidang pendidikan, pertanian dan kesehatan. 15 mahasiswa yang mendapat bantuan berasal dari bidang pendidikan.
“Mereka semua dibiayai oleh Pemprov Kaltim melalui APBD tahun anggaran 2013 yang jumlahnya mencapai Rp1,2 miliar. Itu termasuk biaya perkuliahan yang dilaksanakan di Unmul selama satu tahun. Sehingga mereka nanti lulus memiliki dua ijazah, baik dari Unmul dan Universitas of Adelaide,” jelasnya.
Tahun ini merupakan angkatan kedua dari program ini. Tahun lalu, Pemprov Kaltim juga mengirim 15 guru ke Universitas of Adelaide dengan alokasi anggaran APBD mencapai Rp1 miliar.  Selain itu, diharapkan setelah lulus dari program tersebut, guru-guru itu tidak hanya mengajar di masing-masing sekolah tetapi juga bisa menjadi instruktur di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di bidang studi Bahasa Inggris.  Sehingga, ilmu yang dimiliki bukan hanya untuk mengajar di dalam kelas.   
 “Jadi, ilmu yang mereka miliki diharapkan dapat ditularkan ke guru-guru Bahasa Inggris di wilayah masing-masing di dalam pertemuan MGMP,” jelasnya. (jay/hmsprov)

//Foto: KOMPETENSI GURU; Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim H Musyahrim bersama mahasiswa S-2 Bahasa Inggris Program Double Degree. (jaya/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait
Government Public Relation