Kaltim Lepas Pemuda KPN, PPAN dan PSP-3 Tingkat Nasional

SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak melalui Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim HM Syahril  mengimbau agar pemuda yang berhasil terpilih mewakili pemuda di Kaltim pada kegiatan Kapal Pemuda Nusantara (KPN) Sail Komodo, Pertukatan Pemuda Antar Negara (PPAN) dan Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP-3) tingkat nasional 2013 dapat menjaga nama baik daerah dan mampu mempromosikan keunggulan serta potensi yang ada di daerah, baik wisata maupun investasi pembangunan.
Hal ini disampaikan Awang Faroek Ishak diwakili Plh Kadispora Kaltim Syahril usai melepas Pemuda Kaltim untuk mengikuti KPN, PPAN dan PSP-3 tingkat nasional 2013. Dia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dapat diikuti dan diselesaikan dengan baik oleh peserta.
“Karena, saya menilai dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda merupakan asset bangsa yang sangat mahal dan tak ternilai harganya. Kemajuan atau kehancuran bangsa dan Negara banyak tergantung pada kaum mudanya sebagai agent of change (agen perubahan),” kata Syahril, Kamis (22/8).
Menurut dia, setiap perkembangan dan pergantian peradaban selalu ada darah muda yang mempelopori. Negara dan Bangsa ini memerlukan orang–orang yang berkualitas untuk membangun bangsa, dengan tujuan untuk melanjutkan cita–cita perjuangan mencapai tujuan nasional.
Sedangkan peserta yang dilepas ada sebanyak 17 orang, terdiri dari PSP-3 sebanyak 6 orang, KPN 5 orang dan PPAN 6 orang. Peserta yang mengikuti KPN akan berangkat pada 26 Agustus hingga 25 September ini.
Sementara untuk peserta PPAN akan diberangkatkan ke lima negara, yakni Malaysia, Jepang, China, Kanada dan Australia. Sedangkan peserta PSP-3 asal Kaltim akan mengikuti pembekalan di Jakarta pada 31 Agustus ini yang juga diikuti peserta dari provinsi lain se Indonesia.
Setelah itu, pada 9 September 2013 peserta PSP-3 akan disebar ke daerah-daerah, antara lain tersebar di Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, DKI Jakarta dan Kaltim untuk penempatan.
Peserta di Kaltim akan ditempatkan di Kabupaten Kutai Kartanegara yang tersebar di Muarang Kayu, Muara Badak, Anggana, Muara Jawa dan Kecamatan Samboja serta Kecamatan Kota Bangun yang mengabdi selama dua tahun.(jay/hmsprov)
 

Berita Terkait
Government Public Relation