Kaltim Masih Aman Dari Gangguan Aksi Terorisme

 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim terus melakukan berbagai antisipasi terkait perkembangan dan potensi ancaman terorisme dan gerakan radikal di Kaltim.

Kepala Badan Kesbangpol Kaltim Yudha Pranoto mengatakan bahwa antisipasi dilakukan dalam rangka mencegah berkembangnya terorisme di Indonesia serta untuk melindungi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat dari aksi-aksi terorisme. 

"Kaltim sebenarnya berpotensi menjadi pintu masuk  jaringan terorisme, misalnya sebagai tempat pelarian. Namun, kami akan terus waspada dengan terus memantau segala potensi yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan keamanan di semua wilayah Kaltim," kata Yudha.

Ditambahkan Yudha, langkah antisipasi yang perlu ditekankan diantaranya dengan mengoptimalkan peran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Komite Intelijen Daerah (Kominda) dalam mengambil langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi ancaman terorisme yang masih berkembang di sejumlah daerah di Indonesia.

"Kita juga meningkatkan koordinasi antara Pemda dengan TNI, Polri, BIN, pihak Imigrasi, Kementerian Agama, Kejaksaan Tinggi dan instansi terkait lainnya untuk melakukan deteksi dini dan cegah dini terhadap kelompok-kelompok yang terdeteksi berafiliasi dengan jaringan terorisme internasional," katanya.

Langkah lainnya, tambah Yudha, dengan memberdayakan dan mengoptimalkan forum kemitraan masyarakat seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) serta forum-forum masyarakat lainnya.

"Forum-forum masyarakat ini sebagai langkah untuk melakukan deteksi dini, cegah dini dan lapor cepat terhadap kegiatan individu atau kelompok yang mengarah kepada aksi terorisme atau gerakan radikal. Kami berharap, rasa aman dan tentram di tengah masyarakat Kaltim terus tercipta," katanya. (rus/sul/es/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation