Kaltim Masih Kekurangan Tenaga Penyuluh Peternakan

 

SAMARINDA – Subsektor peternakan masuk dalam program prioritas pembangunan dan pengembangan pertanian dalam arti luas.

Namun kegiatan ini masih mengalami kendala terutama terbatasnya bahkan kurangnya jumlah tenaga penyuluh pada subsektor ini.Hal tersebut diakui Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Dadang Sudarya pada Rembug Utama Kelompok KTNA Nasional 2016 di Convention Hall Samarinda, Jumat (23/9).

Menurut dia, tenaga penyuluh peternakan tidak semata memberikan pendampingan kepada peternak tetapi mampu memberikan pelayanan kesehatan hewan bagi ternak.

“Penyuluh peternakan kita masih kurang. Mereka dituntut selain melakukan pendampingan juga mampu memberikan pelayanan kesehatan atau menjadi paramedis keswan,” katanya.

Tuntutan kompetensi bagi penyuluh peternakan ini diantaranya mampu mengobati, menyuntik dan vaksinasi hewan baik sapi, kerbau, kambing maupun ayam serta ternak lainnya.

Apalagi ujar Dadang, pemerintah pusat telah memiliki target-target pencapaian swasembada salah satunya swasembada daging khususnya daging sapi.

Kaltim telah memiliki program prioritas dalam mendukung pencapaian swasembada daging nasional melalui kegiatan pengembangan populasi dua juta ekor sapi.

Dia menyebutkan dari 2013 hingga Juni tahun ini pihaknya sudah memasukkan sapi sebanyak 244 ribu ekor  terdiri 21.779 sapi bibit dan sisanya berupa sapi bakalan.

“Karenanya dalam upaya percepatan pengembangan sapi ternak maupun hewan ternak lainnya guna pencapaian swasembada pangan diperlukan tenaga penyuluh yang memiliki kemampuan sebagai paramedis,” ungkap Dadang.(yans/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation