Kaltim Masih Terbuka untuk Program Transmigrasi

SAMARINDA –  Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan hingga saat ini Kaltim walaupun sudah dimekarkan dengan lahirnya Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), namun masih memiliki wilayah yang luas dengan potensi lahan yang besar pula.

Karenanya, wilayah Benua Etam masih terbuka untuk dilakukan kegiatan pertanian dalam arti luas. Bahkan, program itu masuk dalam program prioritas pembangunan daerah.  Selain itu, program pembangunan dan pengembangan pertanian diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan. Sehingga, meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi dan sumber daya lahan kita masih besar. Banyak kegiatan  pertanian yang dapat dilakukan. Bahkan, Kaltim ini masih terbuka untuk program transmigrasi,” kata Awang Faroek Ishak.

Dia mengakui banyak wilayah Kaltim termasuk Kaltara yang telah maju berkat  program transmigrasi. Kegiatan yang mendatangkan masyarakat dari luar daerah itu diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui kegiatan pertanian.

Program yang dilakukan pemerintah sejak era 70an itu berkembang pesat bahkan mampu membentuk beberapa daerah baru yang memiliki potensi pertanian (sentra) di Kaltim.

Hingga saat ini ada beberapa daerah di Kaltim telah berkembang dengan sektor pertanian yang dilakukan peserta transmigrasi. Misalnya, transmigran dari Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, untuk mendukung pengembangan program nasional itu, Pemprov Kaltim telah melakukan kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah untuk mendatangkan warganya ke Kaltim sebagai transmigran.

“Kehadiran peserta transmigran dari Jawa maupun daerah lainnya diharapkan mampu memacu pengembangan pertanian Kaltim. Apalagi, pemerintah sudah menetapkan pencapaian swasembada pangan. Kita harus mendukungnya,” ungkap Awang Faroek Ishak. (yans/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait