Kalimantan Timur
Kaltim Masuk Penilaian Penghargaan Nirwasita Tantra

LISTRIK HUTAN. Kreatifitas Pemprov Kaltim dalam pengelolaan lingkungan hidup antara lain ditandai dengan adanya upaya pemanfaatan potensi hutan secara maksima, salah satunya membangun listrik hutan untuk kesejahteraan masyarakat. Tampak Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak belum lama ini menyaksikan p

Kaltim Masuk Penilaian Penghargaan Nirwasita Tantra

 

SAMARINDA - Provinsi Kaltim menjadi satu dari delapan provinsi di Indonesia yang masuk dalam penilaian Penghargaan Nirwasita Tantra 2017 garapan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait pengelolaan lingkungan.

 

Di tingkat provinsi, selain Kaltim juga ada Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Sedangkan tingkat kota, Kaltim diwakili Kota Bontang dan Balikpapan.

 

"Tahapan penilaian sudah dimulai sejak awal Juni 2017 lalu. Tahapan dimulai dari dokumen kinerja pengelolaan lingkungan hidup. Selanjutnya, 5 Juli 2017 Gubernur Awang Faroek Ishak bersama Dinas Lingkungan Hidup akan mengikuti presentasi dan wawancara di hadapan tim penilai dari KLHK," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim Riza Indra Riadi, Minggu (2/7).

 

Setelah penilaian wawancara dan presentasi di depan tim penilai, selanjutnya akan ditentukan siapa yang berhak menjadi jawara. Penghargaan ini merupakan penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan.

 

Ada 8 provinsi dan 8 kota serta 12 kabupaten yang masuk tahapan wawancara. Sebelumnya sebanyak 24 provinsi, 40 kota dan 109 kabupaten yang mengikuti tahapan penilaian ini. Kaltim menjadi salah satu provinsi yang dinilai karena aktif dalam mendukung usaha penanggulangan perubahan iklim mulai perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan evaluasi, termasuk pengelolaan kawasan Karzt Sangkulirang Mangkalihat serta moratorium izin yang berbasis lahan yaitu tambang, kebun dan kehutanan.

 

Kaltim juga salah satu negara bagian atau propinsi pencetus Governoor Climate Forest (GCF) yang serius menata hutan dan lahannya untuk mengurangi emisi carbon (gas rumah kaca). Bahkan sekarang sudah 35 negara bagian di seluruh dunia yang menjadi anggota GCF. "Semoga apa yang kita lakukan selama ini bermanfaat bagi masyarakat banyak. Sedangkan jika ada penghargaan itu adalah hasil kerja keras semua pihak," jelasnya. (jay/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait