Kalimantan Timur
Kaltim Mengalami Inflasi 0,21 Persen

 

SAMARINDA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Habibullah menyebutkan bahwa Provinsi Kaltim telah mengalami inflasi sebesar 0,21 persen sepanjang bulan november 2016.

"Dua bulan sebelumnya, Kaltim sempat mengalami deflasi yakni pada September dan Oktober masing-masing sebesar 0,02 persen dan 0,09 persen. Kali ini, Kaltim kembali mengalami inflasi sebesar 0,21 persen," kata Habibullah.

Habibullah menjelaskan bahwa inflasi Kaltim terjadi karena adanya penurunan indeks harga yang tinggi pada beberapa kelompok pengeluaran yaitu tertinggi pada kelompok perumahan yang mengalami Inflasi sebesar 0,49 persen diikuti oleh kelompok kesehatan sebesar 0,31 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,25 persen, kelompok sandang sebesar 0,18 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,10 persen.

"Sementara kelompok pengeluaran lain yang mengalami Deflasi adalah kelompok transportasi dan komunikasi sebesar minus 0,08 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar minus 0,05 persen," katanya.

Lebih lanjut, Habibullah menyebutkan bahwa bila dilihat laju inflasi dari tahun ke tahun berbeda dengan tahun sebelumnya yakni pada 2015. Pada 2015 dibulan November, Kaltim mengalami deflasi sebesar minus 0,07 persen.

"Namun, bila dilihat inflasi tahun kalender sampai dengan bulan November 2016 tercatat sebesar 2,33 persen dan pada November 2015 tercatat sebesar 3,80 persen," katanya.

Sementara, Jika dirinci menurut kota pada November 2016, Kota Samarinda mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dan kota Balikpapan mengalami Inflasi sebesar 0,12 persen. (rus/humasprov)

Berita Terkait