Kaltim Menjadi Sumber Ternak Nasional

Program Dua Juta Sapi Tahun 2018

SAMARINDA – Program pembangunan subsektor peternakan melalui pengembangan dua juta ekor sapi hingga tahun 2018. Jika hal itu terwujud,  potensi peternakan Kaltim akan menjadi sumber ternak nasional.

“Kita sudah punya komitmen kuat untuk pembangunan subsektor peternakan khususnya pengembangan dua juta ekor sapi hingga 2018. Kondisi ini akan menjadikan Kaltim sebagai sumber ternak nasional,” kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Dadang Sudarya, Selasa (25/3).

Dua juta ekor sapi itu nantinya akan dibagi ke berbagai kegiatan oleh masyarakat dan pihak swasta. Misalnya, pengembangan integrasi sapi sawit (pengusaha perkebunan sawit/Gapki) yang dikembangkan pengusaha perkebunan sawit minimal satu juta ekor.

Melalui alokasi APBD provinsi sekitar 200 ribu ekor dan sekitar 250.000 ekor dari Bank BPD Kaltim serta 150 ribu ekor dari Bank BRI dan dana Corporate Social responsibility (CSR)  dari sejumlah perusahaan yang mencapai 250 ribu ekor.

Disebutkan saat ini populasi ternak Kaltim masih rendah atau hanya mencapai ratusan ribu ekor. Namun, melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait,  termasuk pihak swasta dan kabupaten/kota, perkembangan ternak dapat dipacu lebih cepat.

Penambahan sapi mencapai lebih dari dua juta ekor sapi terpenuhi dan kondisi sapi dalam keadaan bunting (betina produktif) maka hingga akhir 2018 diperkirakan popukasi sapi di daerah ini mencapai 2,8 juta ekor sapi.

Sementara ini, penambahan sapi sebagai upaya memenuhi kebutuhan lokal dan keperluan konsumsi serta perbibitan. Padahal, untuk swasembada daging sapi maka diperlukan populasi sekitar 600 ribu ekor sapi.

“Apabila penambahan dua juta ekor sapi termasuk populasi awal dan perkembangan selama lima tahun (2013-2018) diperkirakan mencapai 2,8 juta ekor, maka Kaltim surplus bahkan menjadi sumber bibit ternak baru  sekala nasional,” ungkap Dadang.

Dijelaskan, kendala perkembangan dan lambatnya populasi ternak khususnya sapi di Kaltim karena tingginya permintaan atau konsumsi (supply) jika dibandingkan dengan ketersediaan ternak (demand).

“Komitmen yang dibangun Gubernur Awang Faroek untuk pembangunan dan pengembangan peternakan Kaltim terkait kegiatan penambahan ternak sapi sebanyak dua juta ekor akan memacu semangat seluruh pemangku kepentingan peternakan di daerah ini,” ujarnya.(yans/hmsprov).

///Foto: Kaltim bertekad untuk memenuhi kebutuhan daging lokal dasn menjadi salah satu daerah sumber benih nasional dengan program populasi dua juta ekor sapi hingga 2018. (fajar/humasprov kaltim)

 

 

Berita Terkait