Kaltim Menuju Provinsi Vokasi, SMKN Bengalon Dukung Program Gubernur

Puji Astuti menunjukkan mesin alat berat untuk praktek siswa bantuan perusahaan. (masdiansyah/humasprov kaltim)

 

BENGALON -  Gubernur Dr H Awang Faroek Ishak telah bertekad mewujudkan Kaltim menjadi provinsi vokasi atau sekolah kejuruan. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu bagi para siswa didik pada jenjang pendidikan sekolah menengah tingkat atas. Terhadap kebijakan Gubernur Kaltim itu, jajaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bengalon menyatakan dukungan dan harapan besar akan pengembangan pendidikan. “Kami sangat mendukung tekad Pak Gubernur untuk mewujudkan Kaltim sebagai provinsi vokasi,” kata Kepala SMKN 1 Bengalon Puji Astuti saat menerima kunjungan jajaran Dinas Pendidikan Kaltim, Rabu (18/4).

 

Dijelaskannya, sekolahnya berdiri sejak 2014 lalu atau disaat kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak menjabat Bupati Kutai Timur. Menurut dia, tekad untuk memajukan dunia pendidikan di Kutim sebagai hasil pemekaran daerah dari Kabupaten Kutai Kartanegara sangat besar. Dibuktikan dengan banyaknya dibangun sekolah-sekolah umum maupun kejuruan hingga ke pelosok Kutim seperti Bengalon yang masih sangat terbatas sarana infrastrukturnya.

 

Saat ini lanjut Puji, sekolah ini telah berusia 14 tahun dan terus berkembang dengan jumlah siswa didik mencapai 444 orang dengan ruang belajar 15 kelas. Selain itu, sarana sekolah didukung laboratorium untuk praktek teknik komputer dan jaringan, teknik kendaraan ringan dan teknik alat berat.

 

Program studi yang dikembangkan sesuai keinginan kepala daerah bahwa siswa didik harus memiliki keahlian kerja sesuai kebutuhan pasar kerja. “Kami sangat mendukung program pembangunan pendidikan Pak Gubernur Awang  Faroek terutama membentuk generasi yang terampil dan berdayasaing,” ujarnya.

 

Puji menambahkan peralatan atau perlengkapan praktek siswa saat ini sudah didukung pihak swasta seperti dari PT KPC berupa 40 unit komputer dan mesin (alat berat) dari PT United Tractor. “Bantuan pihak perusahaan ini tidak terlepas dari dukungan gubernur agar menyalurkan bantuan CSR mereka untuk pengembangan pendidikan,” ungkapnya. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait