Kaltim Menuju Swasembada Beras

Terapkan Teknologi Pertanian

KUARO - Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengatakan pertanian dalam arti luas merupakan salah satu prioritas pembangunan Kaltim. Pertanian dalam arti luas menjadi pokok perhatian karena Kaltim memiliki potensi lahan kering maupun basah yang sangat besar. Selain juga, Kaltim memiliki target untuk swasembada beras selama lima tahun ke depan.

Untuk itu, lanjut dia, Pemprov Kaltim melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) terus berupaya memacu perkembangan pertanian di kabupaten maupun kota di Kaltim melalui penerapan teknologi terbaru, guna meningkatkan produksi dan produktifitas hasil pertanian.

"Panen raya kali ini merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi teknologi jajar legowo pada padi sawah. Ditambah dengan adanya demonstrasi plot (demplot) sistem Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) yang memadukan pertanian padi sawah dengan hortikultura dan ternak ikan serta bebek, dengan harapan dapat memberikan pendapatan sehari-hari bagi petani," kata Mukmin pada Temu Lapang Petani dengan Kelompok Tani "Mekar Jaya" dan Panen Raya Padi Sawah Musim Gadu Desa Padang Jaya, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Jumat (5/9).

Dengan pengembangan teknologi pertanian yang dipadukan dengan sistem KUAT yang dikembangkan Dispertan Kaltim bersama dengan Tim Pendampingan dari Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, menurut Mukmin, tentu saja akan memberikan kontribusi yang besar dalam upaya mewujudkan swasembada beras di Kaltim. Karena, berdasarkan laporan dari Kadispertan Kaltim H Ibrahim, dengan teknologi pertanian jajar legowo yang sudah diterapkan di sekitar 40 hektare lahan padi sawah di Desa Padang Jaya, hasil panen padi semakin meningkat atau rata-rata sekitar 5,3 ton Gabah Kering Giling (GKG)/hektare. Bahkan ada beberapa hektare sawah yang mampu menghasilkan sampai 8 ton GKG/hektare.

"Ini merupakan kabar yang menggembirakan, karena produktifitas padi semakin meningkat. Seiring dengan kemajuan teknologi pertanian, kita akan terus memacu pembangunan sektor pertanian. Karena persaingan dan tantangan yang dihadapi Kaltim ke depan semakin berat. Kita harus bisa swasembada beras, agar tidak tergantung dengan daerah lain. Jika perlu kita yang mengirim beras ke daerah lain," ucap Mukmin.

Sementara itu, Bupati Paser Ridwan Suwidi mengatakan untuk mewujudkan program swasembada beras, perlu dukungan dari seluruh pihak. Selain juga diperlukan koordinasi dan komunikasi yang baik, tidak hanya pada jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota melainkan antara pemerintah dengan masyarakat petani, sehingga apa-apa saja kekurangan ataupun keluhan dari petani bisa didengar langsung untuk kemudian bisa ditindaklanjuti

"Temu lapang seperti ini sangat baik untuk mendengar keluhan petani. Karena dengan bertemu seperti ini kita mengetahui langsung keinginan petani. Apa-apa saja permintaannya akan kita tindaklanjuti, demi kemajuan pertanian di Paser dan Kaltim," katanya.
            SebelumnyaKadispertan Kaltim Ibrahim mengungkapkan untuk merealisasikan swasembada beras, Dispertan mengembangkan sentra pertanian di Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Timur dan Berau. Sedangkan Kutai Kartanegara akan dikembangkan menjadi kawasan industri pertanian. Untuk itu, ujar dia, dalam upaya pengembangan tersebut, Dispertan mendorong dan memacu percepatan pembangunan pertanian di setiap daerah melalui pengembangan dan penerapan teknologi pertanian, percetakan sawah, pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, maupun bibit hortikultura.
            Untuk Paser, lanjut dia, pada 2014 mendapatkan cukup banyak bantuan baik dari APBD maupun APBN. Hal ini karena Paser sebagai penghasil beras nomor lima di Kaltim dan menjadi kabupaten yang ditetapkan sebagai sentra pengembangan pertanian oleh Pemprov Kaltim. Adapun bantuan yang diberikan untuk Paser pada 2014, yaitu 17 unit hand tractor dan dua unit cultivator dari APBD Kaltim, sedangkan dari sumber dana APBN, Paser mendapatkan enam unit hand tractor dan enam unit pompa air.

"Kita juga sedang mengembangkan sekitar 10 hektare pertanian padi di Paser dengan menggunakan sistem KUAT, jadi dalam satu kawasan ada tanaman padi sawah, hortikultura, ikan, bebek sebagai perwujud konsep pertanian terpadu. Dengan harapan bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani," ucapnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Paser Mardikansyah, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kaltim Fuad Assadin, perwakilan Bank Indonesia cabang Balikpapan dan Tim Pendampingan Fakultas Pertanian Universitas Mulwarman Samarinda, serta jajaran Pemkab Paser. (her/sul/hmsprov).

Berita Terkait
Government Public Relation