Kaltim Miliki Instalasi Kedokteran Nuklir, Siap Layani Pasien BPJS

Ruang Instalasi Kedokteran Nuklir yang dimiliki RSUD AWS siap melayani masyarakat Kaltim maupun Indonesia. (IST/RSUDAWS)

 

SAMARINDA - Sejak awal Januari 2018, RSUD Abdul Wahab Syahrani (AWS) Samarinda telah memberikan layanan rawat inap Instalasi Kedokteran Nuklir. Fasilitas ini tepatnya sudah beroperasi sejak 15 Januari 2018 dan saat ini tengah memberikan layanan kepada 5 pasien pertama. 

 

Fasilitas modern ini juga memberikan pelayanan terhadap pemegang kartu BPJS, Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). "Semua ini tidak lain adalah bentuk perhatian Pemprov Kaltim kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Apalagi, RSUD AWS sudah menjadi Rumah Sakit Tipe A. Tentu pelayanan harus semakin baik," kata Direktur RSUD AWS dr H Rahim Dinata Marsidi didampingi Dr Habusari Hapkido SpKN sebagai Kepala Instalasi sekaligus Spesialis Kedokteran Nuklir, Senin (29/1).

 

Rachim mengatakan, saat ini di Indonesia hanya tiga kota yang memiliki instalasi kedokteran nuklir yaitu Jakarta, Bandung dan Semarang. RSUD AWS menjadi rumah sakit keempat dan menjadi satu-satunya rumah sakit di luar Pulau Jawa yang memiliki instalasi kedokteran nuklir. Instalasi ini buka pada Senin-Jumat pukul 07.30–16.00 Wita. Syarat pendaftaran yang perlu diperhatikan adalah rujukan dari dokter spesialis, foto copy kartu BPJS/KIS (jika pasien JKN), hasil pemeriksaan patologi anatomi, foto rontgen dan hasil laboratorium. 

 

"Kita harapkan, ini semua dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kaltim. Karena, kedokteran nuklir merupakan suatu spesialis kedokteran yang menggunakan energi radiasi terbuka dari inti nuklir untuk menilai fungsi suatu organ, mendiagnosa dan mengobati penyakit," jelasnya. (jay/sul/humasprov) 

Berita Terkait