Kaltim Optimis Terus Turunkan Angka Kemiskinan

Rakor Teknis Pembangunan Kesejahteraan Sosial


BALIKPAPAN - Gubernur Kaltim,  Dr H Awang Faroek Ishak mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya Dinas Sosial se-Kaltim untuk mengentaskan kemiskinan dengan membuka lebih banyak kesempatan dan lapangan kerja sehingga mengurangi tingkat pengangguran.


Saat ini angka kemiskinan di Kaltim berada pada angka 6,68 persen dari 3,7 juta jiwa penduduk Kaltim. Sekalipun kondisi kemiskinan Kaltim sudah jauh lebih rendah angka nasional, yakni  11,5 persen,  namun Gubernur Awang Faroek tetap meminta semua pihak bekerja keras untuk terus menurunkan angka kemiskinan.


“Kita harus optimis dapat menurunkan angka kemiskinan. Masyarakat tidak boleh menganggur.  Sebab, jika masyarakat menganggur, mereka tidak akan mempunyai penghasilan. Kalau itu terjadi, hal pasti berikutnya adalah kemiskinan,” kata Awang Faroek Ishak di Balikpapan, Selasa (26/2).

 
Awang menyebutkan empat strategi yang kini dikembangkan Pemprov Kaltim untuk mengentaskan kemiskinan, yakni pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment.


Artinya, melalui perluasan kesempatan kerja, pengurangan tingkat kemiskinan, dan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dengan menekankan pada kelestarian lingkungan diharapkan kesejahteraan masyarakat bisa terus ditingkatkan.


“Peran Dinas Sosial di seluruh wilayah Kaltim menurut saya menjadi sangat penting untuk membantu mewujudkan hal itu,” seru Awang.


Awang juga mengimbau Dinas Sosial se-Kaltim dapat membentuk Forum Komunikasi CSR (community social responsibility). Melalui forum tersebut diharapkan kontribusi terarah dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kaltim untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menekan angka kemiskinan.      Hal ini, lanjut dia, sudah dilakukan PT Berau Coal yang telah membangun Komunitas Adat Terpencil (KAT).


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kaltim H Bere Ali berharap terjadi kesamaan persepsi sekaligus evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan di semua daerah. Menurut dia,  pembangunan kesejahteraan sosial akan selalu berurusan dengan permasalahan kemiskinan.  


“Karena itu, perlu ada peran aktif Dinas Sosial se-Kaltim untuk menyiapkan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), sehingga dapat membantu Pemprov Kaltim untuk mendukung Program Kesejahteraan  Sosial di daerah,” harapnya. (jay/hmsprov).

//// Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat menyampaikan arahan dan membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Pembangunan Kesejahteraan Sosial se Kaltim 2013.(norjaya/humasprov kaltim) 

 

Berita Terkait
MUI Berperan Mengatasi Masalah Sosial
MUI Berperan Mengatasi Masalah Sosial

07 November 2013 Jam 00:00:00
Sosial

LENSA KALTIM MAJU
LENSA KALTIM MAJU

27 Februari 2014 Jam 00:00:00
Sosial

Bekali PSK dengan Keterampilan
Bekali PSK dengan Keterampilan

25 Juli 2014 Jam 00:00:00
Sosial

Government Public Relation