Kaltim Pelopor Penyelamatan SDA

Kaltim Pelopor Penyelamatan SDA

 

SAMARINDA – Kaltim menjadi salah satu daerah di Indonesa yang memiliki potensi dan kekayaan sumber daya alam (SDA) berlimpah. Terbukti, kegiatan eksplorasi dan eksploitasi SDA setiap tahun semakin meningkat dengan nilai investasi sangat besar pula.

Namun, konsekuensi dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam yang besar selain memberikan hasil positif bagi pembanguan daerah dan pertumbuhan ekonomi juga mengakibatkan berbagai perubahan alam atau mengarah pada kerusakan lingkungan.

“Baru-baru ini seluruh kepela daerah dikumpulkan di Istana Negara oleh Presiden Jokowi (Joko Widodo) untuk melakukan penandatanganan kesepakatan melaksanakan Gerakan Nasional Penyelamatan SDA dan Kaltim sangat mendukung itu,” kata Gubernur Awang Faroek Ishak, pekan lalu di Jakarta.

Dalam kesempatan itu lanjut Gubernur, Presiden Jokowi mengharapkan agar Kaltim menjadi provinsi pelopor Gerakan Nasional (Gernas) Penyelamatan SDA. Karenanya, pada Kamis (2/4) Gubernur mengundang jajaran Menteri Kabinet Kerja.

Rencananya jajaran menteri tersebut hadir pada Rapat Kerja (Raker) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) se-Kaltim dan Kaltara. Diantaranya, Menteri Dalam Negeri, Menteri ESDM dan Menko Perekonomian serta Kasad.

Menurut Gubernur, hal ini penting dilakukan dan memiliki nilai strategis karena selama ini Kaltim merupaskan salah satu daerah penghasil SDA terbesar di nusantara serta penyumbang devisa tertinggi di Indonesia.

“Kehadiran jajaran Menteri Kabinet Kerja ke Kaltim sangat penting dan strategis dalam upaya melakukan implementasi Gerakan Nasional penyelamatan SDA. Karena daerah kita saat ini penyumbang terbesar minyak dan gas (migas) untuk negara ini,” jelasnya.

Selain itu, pada forum raker itu menjadi ajang membuktikan komitmen bersama serta tekad semua pihak, khususnya para kepala daerah baik gubernur maupun bupati dan walikota dalam upaya penyelematan sumber daya alam di daerah masing-masing.

“Seperti harapan Presiden Jokowi, gerakan penyelamatan ini harus melibatkan dan dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak. Baik pemerintah, masyarakat maupun swasta (pelaku usaha) juga aparat negara (TNI/Polri),” ungkap Awang Faroek.

Gubernur menambahkan pengelolaan sumber daya alam saat sekarang ini harus mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pertumbuhan perekonomian daerah dalam mewujudkan kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat Kaltim.

“Kita tidak ingin SDA ini habis tetapi ternyata tidak menyisakan apa-apa bagi daerah dan rakyatnya. Kekayaan alam yang berlimpah ini harus menjadi warisan bagi anak cucu kita serta memberikan manfaat bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat,” harap Awang Faroek Ishak.(yans/sul/es/hmsprov).

/////Foto: Awang Faroek Ishak

 

Berita Terkait