Kaltim Perbanyak KSB untuk Tingkatkan Kewaspadaan Bencana

 

SAMARINDA - Mendukung kewaspadaan masyarakat terhadap bencana, Pemprov Kaltim telah membentuk kampung siaga bencana (KSB). Saat ini sudah terbentuk delapan  KSB. Dari delapan  KSB tersebut yang baru dibentuk Pemprov Kaltim melalui Dinas Sosial Kaltim pada Sabtu (3/9) adalah KSB Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak. 

“KSB ini kita bentuk di kampung dan desa yang dinilai rawan bencana. Misal, rawan banjir, rawan kebakaran dan rawan longsor,” kata Kepala Dinas Sosial Kaltim Siti Rusmalia Idrus didampingi Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial (Banjamsos) Ayi Hikmat, Rabu (7/9).

KSB yang dibentuk biasanya jauh dari ibukota kabupaten dan kota, sehingga diharapkan lembaga ini dapat membantu masyarakat mengatasi bencana di daerah tersebut. KSB juga diharapkan mandiri saat mengatasi bencana.

Delapan KSB yang telah dibentuk, yaitu KSB Kota Samarinda di Kelurahan Lempake dan Kelurahan Simpang Tiga Loa Janan Ilir, KSB Kota Balikpapan di Kelurahan Tritip, KSB Kutai Timur di Kelurahan Singa Geweh, KSB PPU Kelurahan Sepaku, KSB Paser Kelurahan Longkali, KSB Kutai Barat di Kampung Lambing dan KSB Kutai Kartanegara Desa Muara Badak Ulu.

“Untuk KSB Muara Badak Ulu, baru kita bentuk dan latih bagaimana melaksanakan penanganan bencana daerah serta memberikan berbagai peralatan, antara lain tenda keluarga dua unit, matras 60 lermbar dan selimut wall 100 lembar,” jelasnya.

KSB yang dibentuk di Kaltim idealnya adalah 2 KSB di masing-masing kabupaten/kota. Namun demikian, untuk daerah rawan bencana Pemprov Kaltim tidak serta merta dibentuk KSB. Karena harus sesuai dengan standar yang diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yaitu sesuai Indek Resiko Bencana Indonesia (IRBI).

“Diharapkan, dengan adanya pembentukan KSB di kabupaten/kota, khususnya di Muara Badak warga yang ada di daerah tersebut dapat mandiri ketika terjadi bencana,” tutup Siti Rusmalia. (jay/sul/es/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation