Kaltim Perlu 46 Tenaga Fasilitator

Mendukung Sukses PNPM-MP di Daerah

SAMARINDA- Kepala BPM-PD Kaltim HM Jauhar Efendi mengatakan tahun ini Kaltim masih membutuhkan tenaga fasilitator sebanyak 46 orang, terdiri dari tenaga fasilitator teknik 42 orang, tenaga fasilitator kecamatan 3 orang dan fasilitator teknik kabupaten 1 orang.

Kebutuhan tenaga fasilitator kabupaten, fasilitator teknik kabupaten, fasilitator kecamatan, asisten fasilitator kabupaten, asisten fasilitator teknik kabupaten dan teknik di Kaltim mencapai 187 orang. Diharapkan, dengan adanya penambahan yang baru dapat mendukung kinerja pemerintah dalam menyukseskan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM-MP) di Kaltim.

“Tenaga fasilitator yang masih dibutuhkan terbagi di seluruh kabupaten di Kaltim, mulai Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Paser, Penajam Paser Utara dan Mahulu. Tetapi, untuk fasilitator kabupaten hanya dibutuhkan di dua kabupaten, yakni Mahulu dan Kutai Barat,” kata Jauhar Efendi ketika dikonfirmasi di Samarinda, Rabu (12/3).

Menurut dia, keberadaan tenaga fasilitator di Kaltim sangat diperlukan, karena selain sebagai pendukung kinerja pemerintah, juga sebagai motivator masyarakat dalam melaksanakan program yang berada di perdesaan. Sebab, pelaksanaan program PNPM juga menjadi tanggungjawab masyarakat untuk melaksanakan.

Apa yang menjadi program pemerintah di perdesaan, juga menjadi tugas dan tanggungjawab fasilitator untuk dilaksanakan, sehingga berjalan dengan baik.

“Misal, jika ada masyarakat yang memerlukan perbaikan jalan desa dan jembatan penghubung antara desa satu dengan yang lain, maka tenaga fasilitator berkewajiban mendampingi masyarakat dan mencarikan solusi untuk pembangunan tersebut, sehingga terlaksana dengan baik dan lancar,” jelasnya.

Guna menjaring 46 faslitator baru tersebut, BPM-PD Kaltim juga telah membuka pendaftaran bagi calon pemohon. Pendaftaran dilakukan sejak Januari hingga Desember 2014.

Bagi yang berminat menjadi fasilitator, dapat menyampaikan permohonan ke BPM-PD Kaltim, Jalan Kadrie Oening Samarinda atau bisa mengirimkan via email ke pnpm_kaltim@yahoo.co.id.

Mendukung perekrutan tenaga fasilitator tersebut, BPM-PD juga telah mensosialisasikan ke sejumlah perguruan tinggi di Kaltim baik negeri maupun swasta, guna menarik minat calon fasilitator PNPM-MP.

Masih kurang tenaga tersebut, dinilai karena lulusan perguruan tinggi di Kaltim kurang berminat menjadi fasilitator PNPM karena mereka berpikir lokasi penempatan yang jauh atau ke daerah terpencil yakni ke kecamatan-kecamatan di pedalaman, terpencil dan tertinggal sesuai dengan syarat yang dibutuhkan BPM-PD Kaltim.

“Kami memaklumi atas kondisi tersebut. Untuk itu, kami memberikan penghargaan tersendiri bagi mereka yang siap ditempatkan di kecamatan di pedalaman maupun daerah terpencil. Penghargaan itu adalah gaji mereka akan jauh lebih besar ketimbang tenaga kerja di sektor pertambangan yang pada kisaran Rp1,5 juta, yakni mereka akan mendapat gaji pada kisaran Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan,” jelasnya.

Guna mendukung kusuksesan PNPM-MP dan mensejahterakan masyarakat, maka diharapkan generasi muda Kaltim yang telah memenuhi syarat agar bersedia menjadi fasilitator. Apalagi hal yang perlu disasar adalah bahwa pembangunan dan kemajuan daerah harus dibangun oleh putra-putri dari daerah ini.(jay/adv)

Mendukung Sukses PNPM-MP di Daerah

 

SAMARINDA- Kepala BPM-PD Kaltim HM Jauhar Efendi mengatakan tahun ini Kaltim masih membutuhkan tenaga fasilitator sebanyak 46 orang, terdiri dari tenaga fasilitator teknik 42 orang, tenaga fasilitator kecamatan 3 orang dan fasilitator teknik kabupaten 1 orang.

Kebutuhan tenaga fasilitator kabupaten, fasilitator teknik kabupaten, fasilitator kecamatan, asisten fasilitator kabupaten, asisten fasilitator teknik kabupaten dan teknik di Kaltim mencapai 187 orang. Diharapkan, dengan adanya penambahan yang baru dapat mendukung kinerja pemerintah dalam menyukseskan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM-MP) di Kaltim.

“Tenaga fasilitator yang masih dibutuhkan terbagi di seluruh kabupaten di Kaltim, mulai Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Paser, Penajam Paser Utara dan Mahulu. Tetapi, untuk fasilitator kabupaten hanya dibutuhkan di dua kabupaten, yakni Mahulu dan Kutai Barat,” kata Jauhar Efendi ketika dikonfirmasi di Samarinda, Rabu (12/3).

Menurut dia, keberadaan tenaga fasilitator di Kaltim sangat diperlukan, karena selain sebagai pendukung kinerja pemerintah, juga sebagai motivator masyarakat dalam melaksanakan program yang berada di perdesaan. Sebab, pelaksanaan program PNPM juga menjadi tanggungjawab masyarakat untuk melaksanakan.

Apa yang menjadi program pemerintah di perdesaan, juga menjadi tugas dan tanggungjawab fasilitator untuk dilaksanakan, sehingga berjalan dengan baik.

“Misal, jika ada masyarakat yang memerlukan perbaikan jalan desa dan jembatan penghubung antara desa satu dengan yang lain, maka tenaga fasilitator berkewajiban mendampingi masyarakat dan mencarikan solusi untuk pembangunan tersebut, sehingga terlaksana dengan baik dan lancar,” jelasnya.

Guna menjaring 46 faslitator baru tersebut, BPM-PD Kaltim juga telah membuka pendaftaran bagi calon pemohon. Pendaftaran dilakukan sejak Januari hingga Desember 2014.

Bagi yang berminat menjadi fasilitator, dapat menyampaikan permohonan ke BPM-PD Kaltim, Jalan Kadrie Oening Samarinda atau bisa mengirimkan via email ke pnpm_kaltim@yahoo.co.id.

Mendukung perekrutan tenaga fasilitator tersebut, BPM-PD juga telah mensosialisasikan ke sejumlah perguruan tinggi di Kaltim baik negeri maupun swasta, guna menarik minat calon fasilitator PNPM-MP.

Masih kurang tenaga tersebut, dinilai karena lulusan perguruan tinggi di Kaltim kurang berminat menjadi fasilitator PNPM karena mereka berpikir lokasi penempatan yang jauh atau ke daerah terpencil yakni ke kecamatan-kecamatan di pedalaman, terpencil dan tertinggal sesuai dengan syarat yang dibutuhkan BPM-PD Kaltim.

“Kami memaklumi atas kondisi tersebut. Untuk itu, kami memberikan penghargaan tersendiri bagi mereka yang siap ditempatkan di kecamatan di pedalaman maupun daerah terpencil. Penghargaan itu adalah gaji mereka akan jauh lebih besar ketimbang tenaga kerja di sektor pertambangan yang pada kisaran Rp1,5 juta, yakni mereka akan mendapat gaji pada kisaran Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan,” jelasnya.

Guna mendukung kusuksesan PNPM-MP dan mensejahterakan masyarakat, maka diharapkan generasi muda Kaltim yang telah memenuhi syarat agar bersedia menjadi fasilitator. Apalagi hal yang perlu disasar adalah bahwa pembangunan dan kemajuan daerah harus dibangun oleh putra-putri dari daerah ini.(jay/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation