Kaltim Perlu Sekber Pembinaan PAUD

Peningkatan Pembinaan PAUD

SAMARINDA – Dalam upaya meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang lebih sinergis untuk pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah, organisasi pengelola  PAUD baik provinsi maupun kabupaten/kota perlu membangun sekretaris bersama (Sekber). 

“Pembinaan dan layanan PAUD semakin baik dengan sinergitas antara dinas pendidikan dengan mitra PAUD dalam pembinaan PAUD di Kaltim dan  Kaltara, terutama dengan adanya Sekretariat Bersama untuk pembinaan PAUD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim, akhir pekan lalu.

Diakuinya, kendala atau permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan PAUD  selama ini sering ditemui, karena layanan PAUD masih belum seragam terkait cara pembelajaran dan pembinaan.

Misalnya, menyangkut pembelajaran membaca menulis dan berhitung (Calistung) atau pemaksaan proses pembelajaran bagi anak didik  (harus mampu baca tulis) dan terkontaminasi pembelajaran sekolah dasar (SD)  serta belum adanya satu persepsi dalam strategi pembelajaran dan layanan PAUD.

Menurut Musyahrim, PAUD  merupakan pembinaan yang dilakukan terhadap anak hingga usia enam tahun melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak agar memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut.

PAUD bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan, prilaku, bahasa dan komunikasi sesuai degan keunikan dan tahap perkembangan yang dilalui anak.

Disebutkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan PAUD nasional sekitar 53,70 persen, sedangkan APK PAUD di Kaltim diatas angka nasional, yakni  mencapai 58 persen dan target capaian APK  2015  sebesar 75 persen.

“Diperlukan  upaya pengintegrasian PAUD agar upaya pembinaan terhadap tumbuh kembang anak yang diusahakan dapat berlangsung secara efektif dan efisien serta meningkatkan APK PAUD,” jelasnya.

Sedangkan PAUD terintegrasi yang didukung pemerintah daerah bersama mitra PAUD sebagai upaya untuk meningkatkan APK. Misalnya, dengan menggerakkan PAUD terintegrasi pada Posyandu (pos pelayanan terpadu) dan  Taman Penitipan Anak (TPA).

“Para pengelola PAUD hendaknya  mengelola didasari tanggung jawab dan terus berupaya memberikan bimbingan dan binaan bagi anak didik dengan baik. Sebagai upaya kita bersama mewujudkan kebijakan Gubernur Awang Faroek Ishak untuk menciptakan sumber daya manusia Kaltim lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi,” harap Musyahrim.

Pengelola dan mitra PAUD di daerah  yang perlu membentuk Sekber PAUD Kaltim, yakni Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI), Badan Pengelola Taman Kanak-Kanak Indonesia ( BPTKI), Forum PAUD serta TP-PKK.(yans/sul/es/hmsprov).

///FOTO :  Gubernur Awang Faroek Ishak mengajak sejumlah anak-anak PAUD bernyanyi. Kaltim terus berupaya meningkatkan pembinanan PAUD melalui kerjasama sejumlah organisasi pembinaan PAUD.(dok. humasprov kaltim)

 

 

Berita Terkait