Kaltim Pilot Project Ternak Pasca Tambang

 

SAMARINDA – Sesuai kebijakan Presiden Joko Widodo dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat guna mengentaskan kemiskinan di pedesaan. Sekaligus sinergi dengan kebijakan pemerintah daerah khususnya Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar tambang batubara. 

Maka, melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah ditetapkan program pengembangan ternak di lahan pasca tambang secara nasional seluas 700 hektar. Dalam program tersebut Kaltim  mendapat prioritas dengan luasan lahan mencapai 680 hektar sedangkan sisanya 20 hektar untuk pasca tambang di wilayah Bangka Balitung.

Kebijakan itu disebut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya di Balai Desa Jonggon Jaya Kecamatan Sebulu Kutai Kartanegara, Rabu (24/5).

“Di Indonesia program pasca tambang batubara terbesar di Kaltim, sehingga kita menjadi pilot project pengembangan ternak pasca tambang secara nasional,” katanya.

Dadang menjelaskan kegiatan 680 hektar itu pada 2015 terus berkembangn dan dilanjutkan hingga saat ini dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan pasca tambang batubara.

Guna keberlanjutan dan kesuksesan program nasional di Kaltim itu melalui Sekdit Peternakan dan Keswan Kementan serta instansi terkait sudah meninjau ke beberapa kawasan.

Diantaranya, kawasan pasca tambang PT Multi Harapan Utama (MHU) yang akan dikembangkan seluas 1.200 hektar namun tahun 2017 diawali dengan luasan 108 hektar.

Selain itu, ada kawasan di lahan eks tambang PT Kitadin seluas 800 hektar dan PT Jembayan Muara Bara serta kawasan perusahaan Desa Petangis Paser dan Kutai barat masing-masing seluas 100 hektar.

“Kita sangat berharap pihak perusahaan yang pasca tambang bisa memberdayakan masyarakat sekitarnya untuk melakukan kegiatan peternakan guna mendukung percepatan populasi dua juta ekor sapi Kaltim,” harap Dadang Sudarya. (yans/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait