Kaltim Raih Penghargaan Energi Prabawa

-Kebijakan energi tingkatkan rasio elektrifikasi dan desa berlistrik

 

JAKARTA-Perhatian besar Pemprov Kaltim dalam upaya pemenuhan energi listrik hingga daerah-daerah pedesaan mendapat apresiasi pemerintah pusat.  Wujud apresiasi pemerintah itu diberikan dalam bentuk  Penghargaan Energi Prabawa Tahun 2013 bidang pemenuhan energi listrik dan audit energi untuk meningkatkan rasio desa terlistriki dan rasio eletrifikasi.

Untuk level pemeritah provinsi, Kaltim mendapat penghargaan bersama dua provinsi lainnya di Indonesia yakni,  Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Sedangkan pemerintah daerah lainnya yang mendapat penghargaan ini adalah  Kabupaten Malang, Jawa Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

"Alhamdulillah Kaltim sukses meraih Penghargaan Energi Prabawa tahun ini. Selain rasa senang dan bangga, penghargaan ini tentu harus menjadi penyemangat kita semua untuk terus memberikan yang terbaik bagi rakyat Kaltim," kata Gubernur Awang Faroek Ishak usai menerima penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik di Grand Ballroom The Dharmawangsa Jakarta, Selasa malam (22/10).

Gubernur menjelaskan, rasio elektrifikasi (RE) atau rasio rumah tangga berlistrik di Kaltim terus mengalami peningkatan. Jika pada 2009 lalu rasionya masih sekitar 61,75 persen, maka pada Juni 2013 meningkat menjadi 65,45 persen.  

Kaltim juga terus melakukan pendirian pembangkit listrik yang tidak mengandalkan sumber daya fosil. Diantaranya adalah dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Jika pada 2009 jumlahnya masih sekitar 7 unit, maka pada 2013 ini jumlahnya sudah mencapai 399 unit.

Demikian pula dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Jika pada 2009 jumlahnya mencapai 22.867 unit di 415 desa, pada 2012 meningkat menjadi 24.798 unit dan tahun ini dilakukan penambahan 2.939 unit di 28 desa.

Pada Malam Penganugerahan Energi ke-3  yang bertepatan dengan Hari Energi Dunia (World Energy Day)  yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober dan dalam rangkaian Hari Pertambangan dan Energi ke-68, Menteri ESDM Jero Wacik menjelaskan, pemberian penghargaan dimaksudkan  untuk mendorong peran aktif pemangku kepentingan (stakeholders) dalam melakukan diversifikasi maupun konservasi energi serta menciptakan inovasi dan pengembangan teknologi sektor ESDM secara berkesinambungan.

"Penghargaan ini sekaligus sebagai pemicu  semakin memasyarakatnya pemanfaatan sumber energi baru terbarukan setempat dan menggaugkan budaya hemat energi," pesan Jero Wacik.

Penghargaan yang diberikan dibagi dalam tiga kategori yakni Penghargaan Energi Prabawa diberikan kepada instansi pemerintah dan Pemda, Penghargaan Energi Prakarsa diberikan kepada unsur masyarakat baik secara perorangan maupun kelompok serta Penghargaan Energi Pratama diberikan kepada  perusahaan  nasional/daerah, termasuk perusahaan asing.

Penghargaan Energi Prakarsa perorangan tahun 2013 diberikan kepada 5 orang dan untuk kelompok masyarakat  diberikan untuk 2 koperasi. Sedangkan Penghargaan Energi Pratama tahun 2013  diterima 3 perusahaan.

Penganugerahan penghargaan diberikan setelah melalui beberapa tahapan. Yakni, sosialisasi, pencalonan, evaluasi, seleksi, penjurian, verifikasi, penetapan  dan penganugerahan. Untuk Penghargaan Energi Prabawa nominasinya 16 calon, Penghargaan Energi Prakarsa 42 calon dan Penghargaan Energi Pratama 24 calon.  Dewan juri penganugerahan ini beranggotakan 9 orang berasal dari asosiasi ESDM, perguruan tinggi, praktisi dan tokoh masyarakat.  (sul/hmsprov)

FOTO :  Gubernur Awang Faroek tersenyum menerima Penghargaan Energi Prabawa atas perhatian Pemprov Kaltim dalam pemenuhan energi listrik pedesaan. Penghargaan diserahkan Menteri ESDM Jero Wacik.(kanhub kaltim/humasprov kaltim)

Berita Terkait