Kaltim Sambut Positif ASEAN Community 2015

Kaltim Sambut Positif ASEAN Community 2015

 

SAMARINDA - Kerjasama negara-negara ASEAN selama ini sudah berkembang sangat baik, terlebih lagi dengan diberlakukannya Piagam ASEAN tahun 2008 dan disepakatinya pembentukan ASEAN Community 2015.

Hal ini memberikan harapan dan peluang Kaltim  namun juga sekaligus menjadi tantangan yang harus dapat dijawab dan disikapi dengan baik, agar Indonesia pada umumnya dan Kaltim pada khususnya tidak tersisih atau hanya menjadi penonton dari berbagai aktivitas kerjasama antar negara-negara ASEAN.

Demikian dikatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat membuka Seminar nasional "Upaya Pemanfaatan Komunitas ASEAN 2015 Bagi Kemajuan Daerah" di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (10/7).

Dijelaskan, bagi Kaltim,  ASEAN Community harus disambut positif, karena akan memberikan dampak yang sangat luas bagi peningkatan pembangunan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Selama ini Kaltim selalu aktif terlibat dengan kerjasama ASEAN, khususnya dalam bidang politik dan keamanan, ekonomi, sosial dan budaya," ujarnya.

Kerjasama itu antara lain meliputi Kerjasama Ekonomi Sub Regional Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina (BIMP-EAGA). Seperti diketahui, kerjasama ekonomi BIMP-EAGA terbentuk pada tahun 1994 dengan anggota Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Indonesia merupakan wilayah BIMP-EAGA terbesar dengan 14 provinsi dalam wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Malaysia 3 negara bagian, Filipina 2 provinsi dan Brunei Darussalam. Wilayah-wilayah tersebut dijadikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dan sesuai dengan maksud pembentukan BIMP-EAGA – diharapkan mampu berperan dalam kegiatan ekonomi global.

"BIMP-EAGA, Kaltim selama ini juga telah menjalin kerjasama internasional untuk menarik masuknya investasi seperti Sosek Malindo dan kerjasama dengan Pemerintah Northerm Territory (NT) Australia," ujarnya. 

Kaltim sangat prospektif untuk penanaman investasi, ekonomi, perdagangan dan pariwisata. Kaltim memiliki keunggulan komparatif. Antara lain, jika ditinjau secara geografis merupakan salah satu provinsi terluas di Indonesia dengan wilayah hampir seluas Pulau Jawa.

Di bagian utara kini berbatasan dengan provinsi baru Kalimantan Utara (Kaltara). Sebelah Selatan dengan Kalimantan Selatan, Barat dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Serawak Malaysia, sedangkan di sebelah timur dengan Selat Makassar dan Laut Sulawesi yang merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II).

Jalan Trans Kalimantan di wilayah Kaltim sudah terhubung dengan baik. Sementara itu untuk menghubungkan dua kota besar Samarinda-Balikpapan, saat ini mulai dibangun jalan tol sepanjang 99,02 km.

Di provinsi ini juga terdapat Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Bandara lainnya di Kabupaten/Kota di Kaltim juga sudah dapat didarati pesawat udara berbadan besar seperti Bandara Kalimarau Berau yang sudah selesai pembangunannya, sedangkan Bandara Samarinda Baru di ibukota provinsi, saat ini dalam tahap pembangunan. Selain itu, juga terdapat pelabuhan laut dan pelabuhan petikemas yang dapat menunjang kelancaran kegiatan ekonomi dan perdaangan.

Ditinjau dari segi perekonomian, perdagangan dan penanaman investasi, Kaltim juga memiliki peluang yang sangat baik. Diprediksi, ke depan, perekonomian Kaltim akan terus meningkat, menyusul ditetapkannya provinsi ini sebagai salah satu Koridor Ekonomi Nasional (National Economic Coridor).

Kemudian bersama Provinsi Riau dan Sumatera Utara berdasarkan Inpres Nomor I tahun 2010 Kaltim ditetapkan pula sebagai  Klaster Industri berbasis Pertanian Oleochemical di Kawasan Maloy Kutai Timur dan bersama Provinsi Jawa Timur sebagai Klaster Industri berbasis minyak dan gas bumi (migas) dan kondensat di Kota Bontang.

Sementara itu, di Kota Balikpapan juga telah dikembangkan Kawasan Industri Kariangau. Ketiga kawasan industri tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Sementara itu Duta Besar Eddi Hariyadhi memuji keberhasilan pembangunan Kaltim yang telah mendapatkan penghargaan berbagai bidang dari pemerintah pusat, tentunya dengan kemajuan yang telah dicapai Kaltim siap menyongsong ASEAN Community 2015.

Sementara itu, jika ditinjau dari kesiapan menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 sebagai integrasi ekonomi negara-negara ASEAN, Pemprov Kaltim akan mengembangkan komoditas unggulan serta mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Nampak hadir pada kegiatan tersebut Duta Besar Eddi Hariyadhi, Duta Besar Ngurah Swajaya, Indras Purwadi dari Kadin Kaltim, Rektor Unmul Zamruddin Hasyid dengan moderator Aji Sofyan Efendy. (sar/sul/hmsprov).

//Foto: KALTIM DIPUJI. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (kiri) berbincang dengan Duta Besar Eddi Hariyadhi (syaiful/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait