Kaltim Siap Bersaing di Semua Bidang

Songsong ASEAN Ekonomic Community (AEC)

SAMARINDA - Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan, harus sadari  bahwa Indonesia khususnya Kaltim tidak bisa menghindar dari kebijakan pemberlakuan sistem perdagangan bebas yaitu ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai Januari 2016. 

  "Kondisi demikian itu, mau tidak mau menuntut kepada kita harus bersiap diri untuk mampu bersaing dalam segala hal, tidak hanya kemampuan bidang ekonomi dan perdagangan, tetapi juga pada bidang lainnya," kata Awang Faroek Ishak pada pembukaan Rakon Wilayah Tujuan Wisata 2015, Kamis (3/9).

Dikatakan, pemberlakuan AEC merupakan peluang besar bagi para pelaku usaha di daerah ini. Terbukanya pasar ASEAN selayaknya dimanfaatkan dengan baik sehingga produk-produk Kaltim nantinya dapat bersaing setidaknya di pasar negara-negara Asia Tenggara. 

"AEC harus kita sambut positif karena  akan memberikan dampak sangat luas bagi peningkatan pembangunan ekonomi dan kemajuan daerah yang juga diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Dalam menyongsong pemberlakukan AEC, lanjut Awang, Pemprov Kaltim telah mempersiapkan segala sesuatuanya, diantaranya adalah meningkatkan fasilitas infrastruktur, baik berupa jalan, pelabuhan laut dan bandar udara, kelistrikan dan lain sebagainya.

"Pemprov Kaltim juga terus mendorong upaya-upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan kesiapan usaha sektor industri kecil dan menengah serta pelaku usaha perdagangan," tandasnya

Menurut,  persiapannya harus dilakukan secara maksimal sehingga tidak ada alasan untuk mengatakan tidak siap. Pelaku usaha harus bergegas meningkatkan daya saing di semua aspek. Sebab tanpa daya saing, maka kerjasama  akan sulit dilakukan dengan negara lain.

Kaltim adalah provinsi kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu harus diimbangi dengan  sumber daya manusia berkualitas. Jika itu dipenuhi Kaltim patut optimis  menyongsong AEC 2016.

  Selain itu, lanjut Awang, upaya lain yang dilakukan adalah peningkatan nilai tambah produk dengan membangun kawasan-kawasan ekonomi potensial dan prospektif  terus dilakukan diantaranya adalah pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI) Maloy di Kutim, kawasan industri Kariangau di Kota Balikpapan dan kawasan industri Buluminung di PPU.

  "Dari beberapa kawasan tersebut diharapkan, terbangun industri-industri manufaktur yang menjadi pusat pengembangan industri di Kaltim dari bahan mentah menjadi produk-produk bernilai tambah," katanya.

Awang  mengatakan,  selain pengembangan beberapa kawasan industri, pengembangan yang lainnya adalah di sektor pariwisata. Karena pariwisata tetap menjadi prioritas pembangunan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kaltim 2013 – 2018.  Utamanya dalam rangka pemenuhan infrastruktur pendukung pengembangannya dan program promosi objek wisata unggulan daerah.

"Khusus pembangunan infrastruktur pendukung, Pemprov Kaltim sejak beberapa tahun terakhir terus berupaya memenuhinya. Diantaranya membangun pelabuhan udara (bandara), pelabuhan laut, dan jalan guna mempermudah akses transportasi menuju obyek wisata," kata Awang. (mar/sul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation