Kaltim Siap Ciptakan Intelektual Seni dan Budaya

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, melalui Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) yang dibangun di Kaltim, maka Pemprov Kaltim akan menciptakan intelektual seni budaya yang siap mengabdikan diri untuk eksistensi seni budaya bangsa yang unggul dan berkualitas di masa depan.   
Kaltim memiliki komunitas masyarakat yang besar dan majemuk, terdiri dari berbagai budaya, adat istiadat, suku, kepercayaan dan agama.  Sehingga membangun ISBI adalah gagasan yang tepat.     
“Seni budaya lokal Kaltim khususnya, perlu dipertahankan karena merupakan identitas daerah dan juga identitas bangsa. Seni budaya asing hanyalah dampak globalisasi. Meski budaya  modern semakin deras mengalir, seni budaya tradisional tidak boleh tergilas zaman,” kata Awang Faroek Ishak, belum lama ini.  
Menurut dia, seni itu indah dan bernilai mahal. Budaya kita adalah kekayaan bangsa yang tidak ternilai karena tidak dimiliki bangsa-bangsa asing. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban seluruh masyarakat untuk memelihara seni budaya bangsanya sendiri, untuk kemudian diwariskan pada generasi mendatang.   
Selain itu, keberagaman seni budaya Kaltim merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan maksimal untuk mendukung pembangunan di bidang seni, kebudayaan dan tidak kecuali dunia kepariwisataan.  
“Kaltim memiliki karakteristik tersendiri jika dibanding provinsi lain di Indonesia. Yakni ditemukannya situs Kerajaan Mulawarman, yang merupakan kerajaan tertua di Indonesia yang berdiri di abad ke-4. Karena itu, saya berharap ke depan Kaltim mampu memiliki para intelektual seni dan budaya sehingga mampu menjaga dan melestarikan seni budaya bangsa dan daerah sendiri,” jelasnya.(jay/hmsprov)
 

Berita Terkait
Government Public Relation