Kaltim Siap Kirim Duta Budaya ke Seychelles

Plt Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana (kiki/humasprovkaltim)

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim akan mengirimkan duta budaya dan tenaga kepariwisataan ke Negara Seychelles. Pengiriman duta budaya dan pelatihan tenaga kepariwisataan merupakan bagian kerjasama Pemprov Kaltim dengan Seychelles untuk pengembangan kepariwisataan di Maratua Kabupaten Berau.

Hal itu diungkapkan Plt Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana saat memimpin rapat persiapan tindaklanjut kerjasama dengan Seychelles pasca kunjungan Gubernur Kaltim ke negara di Benua Afrika di Ruang Rapat Sekprov kaltim, Senin (8/4/2019).

Rapat dihadiri Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan H Ichwansyah dan tenaga ahli Gubernur bidang Percepatan Pelayanan Kesehatan dan Kerjasama BPJS Tri Murti Rahayu. Tampak pula beberapa pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Dinas Pariwisata Kaltim dan Kota Samarinda serta Bagian Kerjasama Biro Humas Setdaprov Kaltim.

Meiliana menyampaikan tindaklanjut kerjasama Pemprov Kaltim dengan Seychelles dilakukan dengan mengirim duta wisata dan pelatihan kepariwisataan selama satu bulan di negara yang berada di kawasan Samudera Hindia.

Menurut Meiliana, pengiriman duta budaya dan tenaga kepariwisataan melalui PT Pembangunan Nusantara yang merupakan konsorsium 14 investor di Maratua. "Kita mempersiapkan MoU antara Gubernur Isran Noor dengan 14 investor pariwisata yang tergabung dalam konsorsium PT Pembangunan Nusantara di Jakarta," kata Meiliana.

Dijelaskan Meiliana, duta budaya sebanyak enam orang selain menampilkan keragaman tarian dan seni budaya. Juga promosi potensi wisata Kaltim selain Maratua. Sedangkan tenaga kepariwisataan sebanyak lima orang akan mengikuti pelatihan. Juga pemagangan di empat hotel di kawasan Seychelles Tourisme Board.

"Semua akomodasi, transportasi juga biaya hidup disponsori PT Pembangunan Nusantara. Khusus tenaga magang dan pelatihan dibiayai sebesar 300 Euro per orang," ujar Meiliana.

Meiliana menambahkan kunjungan tahap kedua ini sekaligus membawa duta budaya dan tenaga pelatihan kepariwisataan dijadwalkan Juni mendatang. "Terpenting mereka menguasai bahasa Inggris dan terampil menari serta memahami potensi wisata Kaltim terutama Maratua," ungkap Meiliana. (yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait