Kaltim Siap Tampung Korban Gempa Palu

Direktur RSUD Kanujoso Djatiwobowo Balikpapan dr Edy Iskandar.

SAMARINDA - Selain membentuk tiga posko bantuan untuk korban gempa  dan tsunami di Sulawasi Tengah, Pemprov Kaltim juga telah menyiapkan tiga rumah sakit rujukan yaitu RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, RSUD AWS Samarinda dan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam (AHM)  Samarinda untuk menampung korban gempat dan tsunami Palu dan Donggala yang memerlukan penanganan  dan perawatan intensif. 

Direktur RSUD Kanujoso Djatiwobowo Balikpapan dr Edy Iskandar mengatakan pihaknya siap menerima pasien rujukan korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala. Sementara ini tidak semua dokter bedah diberangkatkan ke Palu. Mereka menunggu di Balikpapan untuk mengantisipasi kemungkinan ada pengalihan penanganan korban gempa ke Balikpapan.

"Jadi pasien-pasien yang perlu penanganan pembedahan dan operasi, dokter kita  yang berjumlah 15 dokter spesialis dari berbagai bidang sudah siap di tempat untuk melakukan operasi khususnya pasien yang memang memerlukan pertolongan melalui operasi," kata Edy Iskandar usai mengikuti rapat koordinasi  pemberian bantuan Pemprov Kaltim kepada korban bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah di Ruang Rapat Tengayun Kantor Gubenur Kaltim, Senin (1/10).          

Ditambahkan, andaikan  RSUD Kanujoso kelebihan pasien dari Palu,  maka RSUD AWS Samarinda siap membantu baik perawat maupun untuk dokter bedah. Termasuk RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda khususnya dalam penanganan pasien yang mengalami trauma yang berlebihan. "Intinya, RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, RSUD AWS Samarinda dan RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda  siap menerima korban yang perlu penanganan  dan perawatan intensif maupun untuk penyembuhan korban gempa dan tsunami  yang mengalami trauma," ujarnya.

Untuk hari ini Senin (1/10),  lanjut Edy  sudah dirujuk  4 orang pasien  dari Palu yang masuk  ke RSUD Kanujoso  dan sudah  dilakukan penanganan dan perawatan secara intensif. Semua pasien rujukan  korban gempa dan tsunami Sulteng tidak dikenakan biaya.

"Karena situasi bencana nasional, maka semua pembiayaan untuk pasien rujukan dari Sulteng  yang masuk ke RSUD Kanujoso Balikpapan, RSUD AWS Samarinda, maupun  RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda tidak dikenakan biaya," kata Edy Iskandar. (mar/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation