Kaltim Siapkan Klinik Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Pembukaan Walk For Autism 2014

SAMARINDA – Pemprov Kaltim selalu memberikan apresiasi dan menyambut baik terhadap penyelenggaraan kegiatan-kegiatan sosial, salah satunya kegiatan yang berhubungan dengan penderita autism atau anak-anak berkebutuhan khusus.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim H Bere Ali mengatakan saat ini persoalan autism bukan persoalan mendasar dan harus disembunyikan dari masyarakat, namun harus dibuka seluas-luasnya. Sehingga bagi mereka yang berkebutuhan khusus juga mendapatkan tempat yang layak di lingkungan masyarakat.

Menurut dia, saat ini Pemprov telah menyediakan beberapa tempat untuk melakukan berbagai terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, antara lain di RSUD AW Sjahranie yang menyediakan satu klinik untuk terapi yang diharapkan mampu untuk membangkitkan kepercayaan diri. Selanjutnya di RSKD Atma Husada juga menyediakan satu klinik untuk memberikan pelayanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Saat ini mereka tidak lagi harus dikucilkan, sudah saatnya mereka diberikan satu tempat seluas-luasnya selayaknya mereka yang normal. Autism adalah salah satu gejala kejiwaan yang memiliki kelebihan-kelebihan. Kita berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, mari kita menyosialisasikan ke khalayak umum dan memperkenalkan mereka yang berkebutuhan khusus kepada masyarakat,” kata Bere Ali saat membuka Walk for Autism 2014 di GOR Segiri Samarinda, Ahad (13/4) pagi.

Bere Ali mengungkapkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus jika dibina dengan baik dan serius maka mereka bisa menguasai satu keahlian dibidang-bidang tertentu. Namun, sebut dia, daya jangkau pemerintah tentu sangat terbatas, disini pihak swasta yang berperan banyak dalam membantu pemerintah dengan segala keterbatasannya.

“Kehadiran lembaga-lembaga swasta yang menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak berkebutuhan khusus sangat membantu pemerintah, terutama untuk pembinaan dan pendidikan yang menjadi bekal masa depan mereka kelak. Untuk itu pekerjaan tanpa pamrih ini sangat dihargai oleh pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Local President Junior Chamber International (JCI) Kaltim Farah Flamboyant mengatakan Walk for Autism 2014 adalah dalam rangka memperingati Hari Autis Sedunia yang yang jatuh pada 2 April 2014. Kegiatan ini juga merupakan kerjasama JCI Kaltim dengan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda serta seluruh pemerhati dan masyarakat yang peduli untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

“Event ini adalah bentuk kepedulian yang mulai tumbuh diantara masyarakat  terhadap anak berkebutuhan khusus yang belakangan hanya sedikit dan minim sekali informasi yang didapat tentang autis dan anak berkebutuhan khusus. Hal ini juga dapat menyebabkan salah perlakuan dan cara pandang yang salah tentang autis,” kata Farah.

Farah menjelaskan Walk For Autism 2014 merupakan even keempat yang diadakan oleh JCI Kaltim dan diikuti sekitar 22 lembaga dari sekolah inklusi, Sekolah Luar Biasa (SLB), lembaga terapi, rumah sakit, Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda, relawan, komunitas, dan pemerhati anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini juga akan diadakan di beberapa kota seperti di Balikpapan, Bontang dan Tenggarong pada April 2014.

“Dengan jalan bersama dan berbagai kegiatan yang menampilkan kreatifitas yang diikuti seluruh keluarga anak berkebutuhan khusus kami ingin menggerakkan rasa peduli dengan tanpa menggerakkan rasa kasihan pada mereka, memberikan hak yang sama juga akan memberikan ruang gerak, ruang untuk mereka berekspresi dan memberikan harapan masa depan untuk  mereka,” pungkasnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Walikota Syaharie Jaang beserta istri, Presiden JCI Indonesia Heru Cokro, Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Ibnu Arabi dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Samarinda Makmun Andi. (her/sul/es/hmsprov).

 

Berita Terkait