Kaltim Siapkan Pemimpin Tanggap Perubahan Iklim

ist

SAMARINDA - Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kalimantan Timur bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Universitas Brawijaya telah menggelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Kesepakatan Pembangunan Hijau di Kaltim pada 19 - 21 November 2019 di Hotel Midtown Samarinda.

Selama tiga hari, sekitar 30 peserta mendapatkan pelatihan tentang ilmu fasilitasi. Peserta dari organisasi perangkat daerah, organisai non pemerintahan dan dunia usaha menjadi ciri kolaborasi dalam Kesepakatan Pembangunan Hijau untuk menghadapi isu perubahan iklim, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kaltim sudah menyadari bahwa model pembangunan hijau adalah kunci keberlanjutan di masa depan. Isu lingkungan ini multiyear dan lintas pemangku kepentingan. Merubah prilaku masyarakat adalah upaya terbesar yang berkontribusi dalam Kaltim Hijau,” ujar Manajer Senior Yayasan Konservasi Alam Nusantara untuk Kalimantan Timur Niel Makinuddin.

Ditambahkan, pelatihan ini salah satu upaya mempercepat pembangunan hijau dengan menimbulkan jiwa kepemimpinan dari para pemangku kepentingan di Kaltim. 

Asisten Pembangunan Hijau Dewan Daerah Perubahan Iklim Kaltim Reonaldus mengatakan skema kolaborasi dalam inisiatif model memudahkan upaya menuju Kaltim Hijau.

“Kaltim butuh banyak jiwa-jiwa dengan kepemimpinan yang kuat. Pemimpin-pemimpin ini nantinya membantu proses fasilitasi untuk membuat lebih banyak kesepakatan inisiatif model," ujar Reo.

Saat ini melalui skema Kesepakatan Pembangunan Hijau, sudah terbangun 11 inisiatif model. Antara lain, penurunan emisi melalui skema Forest Carbon Partnership Facility (FCPF), pencapaian target Perhutanan Sosial di Kaltim seluas 660.782 hektare, penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) untuk koridor orangutan di Bentang Alam Wehea-Kelay.

Selanjutnya, pengembangan kemitraan Delta Mahakam, Program Karbon Hutan Berau (PKHB), pengembangan perkebunan berkelanjutan, Program Kampung Iklim, pengendalian kebakaran lahan dan kebun, Program SIGAP Sejahtera serta Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Kota Balikpapan. (her/yans/humasprovkaltim).

Berita Terkait