Kaltim Sudah Bangun 14 Menara Telekomunikasi


SAMARINDA – Pemprov, melalui  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim sejak 2012 hingga 2016 telah membangun 14 menara telekomunikasi atau tower BTS (Base Transceiver Station), sebagai upaya membuka keterisoliran telekomunikasi di daerah yang belum terkoneksi jaringan telekomunikasi.

Empat belas menara itu terdiri dari lima unit di Kaltara (sewaktu masih bergabung dengan Kaltim) dan sembilan unit di Kaltim. Sejumlah tower di Kaltara yakni di Desa Long Apung, Desa Agung Baru dan Desa Long Nawang di Kabupaten Malinau serta dua menara di desa Long Layu Kabupaten Nunukan. 

Sedangkan di Kaltim terdapat di Desa Tiong Ohang, Desa Long Apari, Desa Long Lunuk di Kabupaten Mahulu, Desa Muara Telake di Kabupaten Paser, Maloy di Kabupaten Kutim serta Kelay di Kabupaten Berau.

 “Pembangunan tower di tiga desa lain  masih dalam progres pembangunan yakni di Desa Long Poq Baru, Kecamatan Muara Ancalong dan di Desa Mekar Baru, Kecamatan Busang, Kutai Timur serta Desa Besiq, Kecamatan Damai, Kutai Barat,” kata Kepala Diskominfo Kaltim, Abdullah Sani, di Samarinda, Selasa (21/6).

Tahun ini, pembangunan menara telekomunikasi di tiga titik lokasi sedang dilaksanakan. Pembangunan menara ini dikerjasamakan melalui swakelola bersama TNI AD.

Menurut dia, menara telekomunikasi yang dibangun di dua kabupaten ini akan memiliki ketinggian mencapai 72 meter dengan radius mencapai 10 kilometer. Menara telekomunikasi ini diharapkan selesai sebelum Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang. "Melihat progresnya, maka tidak membutuhkan waktu lama menyelesaikan pembangunannya. Jika, tidak ada kendala, pembangunannya akan selesai sebelum Hari Kemerdekaan," kata Sani.

Pembangunan menara telekomunikasi adalah upaya pemerintah untuk membuka keterisoliran masyarakat di daerah yang belum terkoneksi jaringan telekomunikasi. Pembangunannya masuk dalam penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2014 – 2018 yang menargetkan Kaltim Bebas Blankspot 2018.   "Kita ingin semua wilayah Kaltim terhubung akses jaringan telekomunikasi,” katanya.  (rus/sul/es/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation