Kaltim Sukses Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

SAMARINDA - Provinsi Kaltim dalam kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berhasil menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca pada tahun 2017 dari target 1.800 ton Co2 -eq/juta US$ PDRB menjadi 1.515 ton Co2- eq/juta US$ PDRB. Pencapaian penurunan tersebut didukung oleh Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) pada tahun 2017 yang ditargetkan sebesar 81,14 dengan realisasi mencapai 82,64. "IKLH  sendiri terdiri dari parameter indeks kualitas air, indeks kualitas udara, dan indeks tutupan hutan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim Ir Riza Indra Riadi, belum lama ini. 

Selain itu, Riza Indra menginformasikan tentang deforestasi dan degradasi hutan yang masih menjadi salah satu emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan. Dari total emisi karbon 57.3 juta ton Co2-eq pada tahun 2016 terdiri dari empat sektor yaitu sektor energi 26 persen, sektor industri 24 persen,  sektor lahan 42 persen dan sektor limbah 6 persen.

"Pada tahun 2016 emisi dari penggunaan lahan baik sektor perkebunan kelapa sawit, kehutahan, pertambangan dan pertanian dengan emisi yang berasal dari deforestasi dan degredasi  hutan. Rata-rata deforestasi  pertahun adalah 62.985 hektar dan degradasi pertahun 56.701 hektar," kata Riza Indra.

Dalam kurun waktu tiga tahun (2016 Sampai dengan Juni 2018), lanjut Riza Indra Pemprov Kaltim  telah menerbitkan 42 izin lingkungan yang terdiri 11 izin dokumen  Amdal, 13  dokumen UKL-UPL, 10 dokumen Adendum Amdal dan RKL-RPL, 7 dokumen evaluasi lingkungan hidup dan 1 dokumen pengelolaan lingkungan hidup. "Selain itu, dari tahun 2015 sampai dengan 2018 ada 4 dokumen yang ditolak dan dikembalikan  karena tidak sesuai komitmen lingkungan  hidup yang dibuat," ujar Riza Indra Riadi. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait