Kalimantan Timur
Kaltim Sukseskan Sekolah Penggerak

foto:seno/humasprovkaltim

SAMARINDA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim memaparkan Program Merdeka Belajar episode ketujuh dengan Program Sekolah Penggerak melalui daring diikuti seluruh Gubernur se-Indonesia tak terkecuali Kaltim yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim Dr HM Jauhar Efendi di Ruang HoB Kantor Gubernur Kaltim, Senin (1/2/2021).

 

Menurut Jauhar yang mewakili Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor, Pemprov Kaltim siap menyukseskan program Sekolah Penggerak di Benua Etam.

 

Program ini bertujuan untuk memberikan motivasi bagi sekolah-sekolah di masing-masing daerah agar mampu melibatkan peran aktif kepala sekolah dan guru. Misal, kepala sekolah aktif monitor ke ruang kelas. Kemudian sesama guru selalu berkoordinasi dan berdiskusi dalam hal pembelajaran. 

 

"Prinsipnya adalah dalam program ini, bagaimana guru dan kepala sekolah memberikan motivasi kepada siswa untuk maju. Artinya siswa dinomorsatukan," kata Jauhar Efendi yang didampingi Karo Kesra Setda Provinsi Kaltim H Andi Muhammad Ishak dan Sekretaris Disdikbud Kaltim Hj Shopia Rahmi.

 

Menyukseskan program tersebut, Pemprov Kaltim siap mendukung alokasi anggaran pendidikan dalam pelaksanaan Sekolah Penggerak yang saat ini di Kaltim baru dua sekolah ditetapkan oleh Kemendikbud, yaitu SMA Negeri 1 PPU dan SMA Negeri 1 Samarinda.

 

Bahkan pemerintah daerah, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri siap untuk tidak melakukan rotasi kepada kepala sekolah, guru maupun tenaga administrasi di sekolah yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak selama empat tahun.

 

"Kita harapkan pada saatnya mutu pendidikan semakin berkualitas di daerah. Apalagi program ini tidak menekankan adanya sekolah unggulan atau berprestasi. Tapi, bagaimana sekolah sebagai rumah kedua anak-anak untuk berprestasi sesuai kompetensinya, sehingga siswa merasa merdeka belajar," ungkapnya.

 

Harapannya seluruh sekolah negeri di Indonesia khususnya Kaltim memiliki kualitas yang sama.(jay/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait