Kaltim Summit Jaring Input Inovatif dan Konstruktif

 

SAMARINDA – Penyelenggaraan Kaltim Summit III merupakan upaya Pemerintah Provinsi Kaltim untuk menjaring berbagai input yang inovatif dan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Sekaligus dalam rangka menyamakan persepsi guna penyempurnaan prioritas pembangunan, strategi, arah kebijakan dan program prioritas 2018-2023 menuju Visi Kaltim 2030.  

 

Termasuk memperluas rasa memiliki (ownership) seluruh stakeholders terhadap prioritas pembangunan tahun 2018-2023 dengan semangat kejuangan menuju Visi Kaltim 2030. “Sasaran Kaltim Summit adalah terbangunnya kesamaan persepsi antara pemerintah, swasta dan masyarakat untuk memformulasikan kebijakan,” kata Gubernur Awang Faroek Ishak, Rabu (14/2).

 

Selain itu, diharapkan juga tercapai kesepakatan untuk melaksanakan program aksi guna memecahkan permasalahan dalam percepatan penyelesaian dan menuntaskan pembangunan daerah dan merumuskan visi pembangunan Kaltim 2018-2023. Kaltim Summit yang akan digelar hari ini akan membahas materi-materi yang terfokuskan terhadap faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan pembangunan. Utamanya, untuk mencapai sasaran pembangunan dan melihat dinamika perubahan pembangunan yang begitu cepat serta mengarah pada isu-isu strategis.

 

Isu-isu yang akan dibahas terkait tata kelola sumber daya alam (hilirisasi komoditas primer berbasis agroindustri dan mineral tambang), infrastruktur dan konektivitas. Pengembangan sumber daya manusia, regulasi perizinan dan investasi, kemandirian fiskal, kemandirian pangan dan energi, pengembangan pariwisata, pengembangan nuklir dan technopark di Buluminung.

 

Awang menyebutkan, pencapaian Visi Kaltim 2030 bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah semata. Namun perlu mendapatkan dukungan dan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat, akademisi dan swasta. Karenanya, pemangku kepentingan perlu duduk bersama dalam upaya sinkronisasi, koordinasi, konsultasi dan negosiasi dalam wadah diskusi dan rapat kerja yang dikemas dalam forum Kaltim Summit III. 

 

Harapan yang besar pada forum dimaksud lanjutnya, agar menghasilkan rencana aksi untuk optimalisasi pelaksanaan pembangunan. Khususnya, dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga target pembangunan Kaltim dapat terwujud secara optimal.

 

Dengan tema Percepatan Transformasi Ekonomi dalam Upaya Mewujudkan Visi Kalimantan Timur 2030. “Maka, Kaltim Summit III ini ditujukan untuk menyampaikan kerangka pembangunan yang berisi prioritas pembangunan, strategi dan arah kebijakan 2018-2023 menuju Visi Kaltim 2030,” ungkap Awang Faroek. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation