Kaltim Targetkan APK PAUD Minimal 75 Persen

Perluasan PAUD Hingga Peningkatan Kualifikasi Tutor PAUD
 
SAMARINDA – Pemprov Kaltim berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini. Perhatian itu diberikan mulai  dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi. Semua mendapat perhatian serius. Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun, Beasiswa Kaltim Cemerlang, pemberian insentif kepada guru, peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru merupakan contoh program yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun ini.
Hal itu tidak terlepas dari upaya Pemprov untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) di semua bidang yang sesuai dengan arah pengembangan pembangunan masa depan Kaltim. Peningkatan kualitas pendidikan dimulai sejak dini, tepatnya pada jenjang PAUD. Kondisi saat ini Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Kaltim sudah mencapai 56 persen.
Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Fathurrakhman mengatakan sesuai dengan arahan Gubernur Awang Faroek Ishak seluruh jajaran Pemprov maupun kabupaten/kota hendaknya dapat berperan dalam sosialisasi program PAUD dan turut aktif membantu lembaga anak usia dini di perdesaan dan pedalaman.
“Dirjen PAUDNI Kemendikbud menargetkan pada 2014 APK PAUD 75 persen sudah tercapai di setiap provinsi di Indonesia. Untuk mencapai target tersebut di Kaltim kita berupaya untuk melaksanakan program perluasan PAUD, yaitu minimal satu desa/kelurahan terdapat satu lembaga PAUD terutama di daerah pedalaman,” kata Fatturakhman usai membuka Porseni PTK-PNFI Kaltim 2013 di Taman Budaya Samarinda, Selasa (17/9).
Faturrakhman menjelaskan selain upaya perluasan PAUD, Disdik Kaltim juga fokus mempersiapkan tutor atau guru PAUD, pelatihan untuk peningkatan kompetensi guru dan program kualifikasi guru. Pemprov juga telah mengalokasikan dana untuk peningkatan kesejahteraan guru PAUD berupa insentif.
 “Melalui Beasiswa Kaltim Cemerlang disediakan jatah untuk guru PAUD yang ingin melanjutkan pendidikannya ke program S1. Selain itu juga ada bantuan stimulan. Hingga saat ini masih tersisa 182 jatah beasiswa bagi guru PAUD di kabupaten/kota. Manfaatkan itu untuk berpartisipasi dalam memajukan pendidikan di Kaltim,” jelasnya.
Kedepan, lanjut Faturrakhman, tutor atau guru PAUD harus sama dengan guru SD, yakni minimal pendidikannya S2. Hal itu dilakukan guna meningkatkan kualitas pengajar PAUD dan tentunya dalam rangka meminimalisir angka buta aksara di Kaltim yang saat ini berada pada kisaran 1,6 persen.
“Target APK PAUD kita minimal 75 persen dan buta aksara dibawah satu persen. Diharapkan dengan tutor atau guru PAUD yang memiliki kualifikasi S1 dan S2 dapat mempercepat pencapaian target tersebut,” harapnya. (her/hmsprov)

/// Foto: Pemprov Kaltim terus dorong peningkatan APK PAUD, sebagai upaya memberikan pelayanan terhadap pendidikan usia dini yang lebih baik. (dok.humasprov).


 

Berita Terkait
Government Public Relation