Kaltim Terbaik di Luar Jawa Tanpa Beli Pemain

Kaltim Terbaik di Luar Jawa Tanpa Beli Pemain

 JAKARTA-Pernyataan tegas dilontarkan Gubernur Awang Faroek Ishak saat menjadi pembicara pada Rapat Anggota Tahunan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun 2014 di Jakarta Convention Centre (JCC). Sikap tegas itu terkait komitmen Kaltim untuk tidak ‘membeli’ atlet-atlet daerah lain sekedar untuk memenangkan pamor dan meraih prestasi. Menurut gubernur, tidak ada kebanggaan ketika prestasi ditorehkan justru bukan lahir dari hasil pembinaan di daerah.

 Gubernur menegaskan, Kaltim akan terus berupaya untuk menjadi provinsi terbaik di luar  pulau Jawa, dalam prestasi olahraga di level nasional, salah satunya melalui ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). 

“Alhamdulillah, Kaltim mampu membuktikan itu pada PON XVIII yang lalu. Kaltim bersih dari istilah pembajakan atlet dari daerah lain. Dan Kaltim tetap mampu tampil sebagai  provinsi terbaik di luar Pulau Jawa. Ini juga melambangkan moralitas pembinaan atlet di Kaltim telah berjalan dengan sangat baik,” kata Awang Faroek.

Bukti sahih dari pembinaan atlet berprestasi tanpa ‘pembelian’ pemain luar daerah itu setidaknya terlihat dari penampilan atlet-atlet cabang olahraga sepakbola pada ajang PON XVIII lalu. Atlet-atlet binaan Kaltim ternyata  mampu mengalahkan tim-tim provinsi lain dari seantero Indonesia dan merebut medali emas cabang populer di Indonesia setelah menundukkan anak-anak muda Sumatera Utara (Sumut).

Torehan prestasi Kaltim menjadi yang terbaik di luar pulau Jawa, lanjut Gubernur Awang Faroek diperoleh berkat keras dan sinergi yang baik antara seluruh stake holder olahraga di daerah ini. Hal yang kemudian layak menjadi kebanggaan karena prestasi yang diraih benar-benar diperoleh dari tetesan keringat dan perjuangan atlet-atlet binaan sendiri, bukan membeli pemain-pemain jadi.

 Sebagai informasi, pada PON XVII tahun 2008 saat didaulat menjadi tuan rumah,   Kaltim sukses menduduki peringkat ketiga dalam raihan medali alias terbaik di luar pulau Jawa. Prestasi ini mampu dipertahankan saat PON XVIII di Riau.  Kaltim masih menjadi provinsi terbaik di luar pulau Jawa, meski peringkatnya melorot di posisi kelima. Prestasi atlet-atlet Kaltim ketika itu semakin lengkap setelah tim sepakbola Kaltim juga sukses mempersembahkan medali emas.

Gubernur mengatakan, perlahan Kaltim mampu membuktikan, bahwa prestasi terbaik bisa diraih melalui pembinaan sejak dini. Diantaranya melalui pendirian Sekolah Khusus Olahragawan Indonesia (SKOI) dan pembinaan sejak usia dini melalui pengurus cabang-cabang olahraga.

 “Kaltim sudah membuktikan bahwa prestasi olahraga bisa kita capai melalui pembinaan yang terencana dan berjenjang. Karena itu, sekali lagi saya tegaskan bahwa Kaltim tidak akan pernah melakukan pembelian pemain hanya untuk meraih prestasi dan prestise tertentu. Kami hanya akan berbangga jika prestasi itu diraih dari hasil pembinaan yang terencana dan berjenjang di daerah,” beber Awang Faroek.

Di depan ribuan peserta rapat anggota tahunan, Gubernur Awang Faroek mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga di Indonesia untuk berlomba-lomba melakukan pembinaan atlet di daerah dan bersaing untuk merebut prestasi terbaik di ajang olahraga tertinggi nasional, PON.

“Mari bina atlet-atlet daerah dan kita bersaing di level nasional. Tidak main comot atlet yang sudah jadi. Bersaing secara fair, dan dengan pembinaan yang telah kami lakukan, saya yakin Kaltim tetap akan menjadi yang terbaik di luar pulau Jawa,” tegas Awang Faroek.

Sedangkan untuk kepentingan kemajuan olahraga nasional, Gubernur Awang Faroek memberi saran untuk pemerintahan yang baru paska pemilihan presiden tahun ini, agar khusus untuk Menteri Pemuda  dan Olahraga (Menpora), presiden memilihnya setelah melalui rekomendasi KONI yang ditugasi untuk melakukan fit and proper test.

“Misalkan nanti ada lima nama calon Menpora, maka lima-limanya harus ikut  fit and proper test di KONI seperti ini. Menpora yang dipilih harus lulus fit  and proper test   dan mendapat dukungan seluruh keluarga besar KONI,” tegas Awang Faroek.

Tampil sebagai pembicara bersama Gubernur Awang Faroek, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin. Sedangkan kontingen Kaltim dipimpin langsung Ketua Umum KONI Kaltim, Zuhdi Yahya. (sul/hmsprov)

//Foto: MAJUKAN OLAHRAGA. Gubernur saat menerima plakat dan buku dari Ketua KONI Pusat Mayjen TNI (purn) Tono Suratman. (syaiful/humasprov kaltim)

Berita Terkait