Kaltim Terima 10.000 Ekor Sapi Indukan Brahman Cross

Kaltim Terima  10.000 Ekor Sapi Indukan Brahman Cross

 

BALIIKPAPAN - Pemerintah pusat mendukung Pemprov Kaltim dalam upaya mewujudkan Program Pengembangan Dua Juta  Ekor Sapi di Kaltim. Dari Kementerian Pertanian, Kaltim menerima bantuan sebanyak 10 ribu ekor sapi indukan jenis Brahman Cross yang selanjutnya akan diserahkan ke kelompok peternak sapi di kabupaten dan kota.

Penyerahan  sapi jenis Brahman Cross dilakukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Muladno Basyar dan diterima oleh Wakil Gubernur Kaltim H Mukmin Faisyal HP di Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Kamis (29/10).

Wagub Mukmin  mengatakan Program Pengembangan 2 Juta Ekor Sapi merupakan sasaran utama untuk menciptakan kedaulatan  pangan di Kalimantan Timur. Program ini, menurutnya memerlukan dukungan  berbagai pihak, terutama dalam segi pendanaan,   baik melalui APBN, APBD dan dukungan Perbankan.

”Selain itu dukungan perusahaan swasta skala besar melalui dana CSR juga masih diperlukan,” katanya.

Mukmin memaparkan,  kebutuhan daging di Kalimantan Timur tiap tahun mengalami peningkatan. Saat ini tercatat sebanyak 62.533 ton pertahun dengan rincian daging ayam sebanyak 44.012 ton pertahun, daging sapi 10.418,38 ton pertahun atau setara dengan 66.359  ekor sapi.

”Kebutuhan daging sapi tersebut, 72,7 persen masih dipenuhi dari luar Kaltim dan sisanya baru dipenuhi  lokal. Ini artinya Kaltim masih sangat kekurangan ternak sapi,” ujarnya.

Sektor peternakan, menurut Mukmin merupakan peluang usaha yang menjanjikan karena tingginya kebutuhan daging di Kaltim. Saat ini diperlukan upaya  peningkatan investasi dengan memberi kemudahan  para peternak dalam mengembangkan usahanya. Guna mendukung program Pengembangan 2 Juta Ekor Sapi, Kaltim akan mendatangkan sebanyak 10.950 ekor sapi Indukan Brahman Cross dari Australia.

”Sebanyak 10 ribu ekor sapi pendanaanya melalui dukungan APBN, sisanya sebanyak 950 ekor melalui APBD Kaltim,” sebut Mukmin.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Muladno Basyar mengapresiasi komitmen Pemprov Kaltim yang dinilai serius dalam upaya pengembangan peternakan baik melalui alokasi pendanaan maupun regulasi.

”Saya tahu persis, pengadaan sapi ini bisa menimbulkan stress, apalagi mendatangkan sapi sebanyak hampir 11 ribu ini,” kata Muladno.

Dirinya  akan meminta Menteri Pertanian memberikan penghargaan kepada Pemprov Kaltim, jika sapi sebanyak 11 ribu itu telah datang semua, karena tidak mudah mendatangkan sapi sebanyak itu dari Australia ke Indonesia.

”Kaltim mendapat alokasi penerimaan sapi terbanyak dibanding daerah lain, karena kita tahu komitmen Kaltim yang tinggi pada sektor peternakan,” kata pria yang berlatar belakang pengajar Insitut Pertanian Bogor ini.

Sementara Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya menjelaskan, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mengalokasikan anggaran  sebanyak 30 ribu  ekor sapi indukan Brahman Cross. Kaltim mendapat alokasi sebanyak 10 ribu ekor  yang akan dibagikan kepada 200 kelompok peternak di Kaltim.

”Melalui APBD Kaltim kita juga mengalokasikan sebanyak 950 ekor sapi,” kata Dadang.

Dadang mengatakan, Kaltim mempunyai potensi yang sangat besar dalam pengembangan usaha peternakan.  Di sisi lain,  populasi usaha ternak sapi potong terbilang masih kecil yakni hanya 102 ribu ekor.

”Melihat potensi yang besar ini, Pemprov Kaltim memberikan dukungan penuh dalam upaya menjadikan Kaltim sebagai sumber ternak sapi bukan hanya menjadi konsumen,” katanya. (gie/sul/hmsporv)

//Foto: KEKURANGAN DAGING. Wakil Gubernur Kaltim H Mukmin Faisyal HP menerima tali ikat sapi untuk dibagikan pada kelompok penerima sapi Brahman Cross. (johan/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait