Kaltim Terus Lakukan Upaya Penanggulangan Bencana

Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Bencana 2014

SAMARINDA - Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim H Bere Ali mengatakan Pemprov Kaltim maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltim terus berupaya melakukan penanggulangan bencana, baik  bencana kebakaran hutan dan lahan, maupun banjir dan longsor. 

Menurut Bere,  memang musim kemarau sudah berjalan selama dua bulan. Kemudian ada pula daerah yang mengalami dampak tersebut, mulai kekurangan air hingga kebakaran hutan, lahan serta permukiman.

“Karena itu, langkah-langkah tersebut sudah harus dimulai sebelum peristiwa ini terjadi. Termasuk melakukan pemadaman-pemadaman kebakaran hutan, lahan dan permukiman. Langkah yang dilakukan saat ini, yaitu apel siaga dan simulasi penanggulangan bencana merupakan penguatan kepada Pemprov Kaltim dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltim serta organisasi relawan bencana dalam berkoordinasi melakukan kesiapsiagaan,” kata Bere Ali usai menghadiri apel siaga dan simulasi penanggulangan bencana se-Kaltim 2014 di Lapangan Sepakbola Karang Asam Jalan Slamet Riyadi Samarinda, Rabu (22/10).

Langkah tersebut penting dilakukan, untuk mengevaluasi bagaimana para relawan di Kaltim siap dalam penanggulangan bencana. Memang, Kaltim masuk daerah rawan bencana. Tetapi, Kaltim sudah siap untuk menghadapi semua itu. Karena saat ini Kaltim telah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), begitu juga kabupaten/kota.  

“Selain pemerintah, masing-masing perusahaan juga diimbau memiliki lembaga penanggulanggan bencana, sehingga dapat mendukung pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut. Pemprov Kaltim merespon baik atas lembaga yang dibentuk tersebut, termasuk adanya berbagai LSM yang bergerak di bidang penanggulangan bencana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kaltim H Wahyu Widhi Heranata mengatakan saat ini yang dilakukan BPBD Kaltim dengan BPBD Kabupaten/Kota serta lembaga penanggulangan bencana adalah bagaimana mengurangi resiko bencana.

“Jadi sekarang bukan jamannya ketika terjadi bencana baru melakukan penanganan. Tetapi sekarang bagaimana kita mengurangi resiko bencana. Carannya, dengan melaksanakan apel siaga dan simulasi-simulasi penanggulangan bencana. Contohnya simulasi kebakaran permukiman warga, kecelakaan dan kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Selain itu, langkah yang dilakukan untuk mengurangi resiko bencana itu  Pemprov Kaltim menargetkan 2018 seluruh desa di Kaltim dapat membangun Desa-Desa Tangguh Bencana. Masyarakat masing-masing desa dididik untuk tanggap bencana, sehingga mereka siap secara kelembagaan maupun SDM.  Termasuk terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana untuk penanggulangan bencana di masing-masing desa. (jay/sul/es/hmsprov)

////Foto: Para petugas nampak menampilkan atraksi cara memadamkan api. (norjaya/humasprov)

 

Berita Terkait