Kaltim Tetap Kondusif

Gubernur Awang Faroek bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian dalam rangkaian Safari Ramadan 1439 H. Gubernur melaporkan hingga saat ini Kaltim tetap kondusif. (yuvita/humasprov)

SAMARINDA – Kalimantan Timur berada dalam kondisi yang cukup kondusif jelang pemilihan umum kepala daerah serentak 27 Juni 2018.  Keamanan dan ketertiban masyarakat terjaga dengan baik karena peran pemerintah, TNI dan Polri serta dengan dukungan seluruh komponen masyarakat.

Demikian disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak di hadapan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  dan Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian saat melakukan Silaturahmi dan Safari Ramadan di Provinsi Kaltim di halaman Polresta Samarinda, Jumat (8/6) lalu.

"Keamanan dan kondusifitas Kaltim  berjalan dengan baik, berkat kerjasama dan sinergitas Kodam VI Mulawarman dan Polda Kaltim serta dukungan  seluruh elemen masyarakat  dalam menjaga keharmonisan dan toleransi  beragama, sehingga saat ini Kaltim masih tetap aman dan  kondusif," kata Awang Faroek Ishak.

Dikatakan, tetap  terjaganya serta terpeliharanya konsifitas daerah merupakan tugas dan tanggungjawab pemerintah bersama aparat keamanan baik Polri maupun TNI. Namun, peran dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga Kamtibmas juga penting.  

" Pemerintah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta didukung TNI/Polri bahkan melibatkan beberapa  peguyuban  dan komponen masyarakat secara intensif dan terus menerus melakukan komunikasi dengan masyarakat, terutama agar terjaga Kamtibmas di Kaltim,"  jelasnya.

Diakuinya, banyaknya paguyuban (organisasi kemasyarakatan/ormas) maupun kelompok dalam masyarakat terus melakukan komunisasi satu sama lainnya dalam menjaga perstauan dan kesatuan dengan selalu melibatkan peran serta tokoh masyarakat maupun tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. 

"Pemprov bersama seluruh pemangku kepentingan menyadari sepenuhnya, bahwa ke depan  tantangan perubahan semakin hari semakin kompleks dan beragam. Termasuk tuntutan perubahan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara. Sehingga kewaspadaan dini terus ditingkatkan dalam upaya mencegah timbulnya potensi konflik di daerah," kata Awang Faroek Ishak.(mar/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation