Kaltim Tetap Laksanakan By Name By Address

Program Penanggulangan Kemiskinan

SAMARINDA-Menuntaskan program penanggulangan kemiskinan, Pemprov Kaltim tetap melaksanakan pendataan melalui sistem by name by address di masing-masing kabupaten/kota.

Model ini dimaksudkan untuk mengetahui siapa masyarakat yang betul-betul berhak menerima bantuan program tersebut. Karena itu, sesuai dengan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, program penanggulangan melalui sistem tersebut akan tetap dilaksanakan.

“Program penanggulangan kemiskinan ini tetap ditingkatkan. Caranya berdasarkan empat kategori, yaitu sangat miskin, miskin, hampir miskin dan tidak miskin tetapi dia bukan kelompok menengah atas. Karena itu, sistem by name by address terus dilakukan, agar pendataan penduduk miskin dapat diketahui dengan jelas. Karena itu, bagi yang telah terdata, maka mereka berhak mendapatkan beras miskin (Raskin),” kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim H Bere Ali di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (3/12).

Program penanggulangan juga termasuk untuk beasiswa miskin, yaitu jenjang sekolah dasar 9 tahun didukung dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dan Bosnas. 

Pemprov Kaltim juga tetap melaksanakan program keluarga harapan yang ditujukan kepada keluarga miskin, yang termasuk dari kategori sangat miskin. “Mereka akan diberikan dana dengan syarat, kalau anak-anak harus sekolah, ibu-ibu hamil yang memenuhi prosedur kategori sangat miskin dan balita yang memenuhi prosedur kesehatan. Jadi, biaya kesehatan mereka ditanggung BPJS. Karena itu, pelayanan kesehatan juga penting bagi masyarakat miskin, sehingga dapat memutus rantai kemiskinan masyarakat,” jelasnya.

Hal ini, sambung dia, sesuai dengan semboyan dari program keluarga harapan adalah orang tua boleh miskin tetapi anak-anak tidak boleh miskin. Karena itu, ke depan Pemprov Kaltim terus melaksanakan program penanggulangan kemiskinan, antara lain melalui raskin, BPJS kesehatan, beasiswa miskin, program keluarga harapan dan program padat karya atau Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) serta program kelompok usaha bersama. (jay/sul/hmsprov)

////Foto :  Gubernur Awang Faroek Ishak saat blusukan bertemu rakyat miskin. Pemprov Kaltim akan lebih mengintensifkan program penanggulangan kemiskinan. (dok/humasprov)

 

Berita Terkait