Kaltim Tuan Rumah Pekan Informasi Nasional 2015

Kaltim Tuan Rumah Pekan Informasi Nasional 2015

 

SAMARINDA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan kepercayaan kepada  Provinsi Kaltim  menjadi tuan rumah  pelaksanaan Pekan Informasi Nasional (PIN) 2015 yang akan digelar di Kota Samarinda, Mei mendatang. 

"Walaupun masih jauh hari,  mulai sekarang kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya sebagai upaya menyukseskan even nasional yang akan dihadiri 33 provinsi. PIN akan dihadiri Presiden Joko Widodo," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Abdullah Sani  di sela  penganugrahan Setyalancana Karya Satya kepada PNS di lingkungan Pemprov Kaltim, Senin (12/1) di Lamin Etam Samarinda

Abdullah Sani menambahkan, sebelum pelaksanaan PIN akan dilakukan berbagai kegitan  antara  lain seminar dan berbagai lomba kebudayaan nasional, serta lomba yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi.

"Rangkaian kegiatan PIN 2015 mendatang, panitia akan melaksanakan seminar serta lomba kebudayaan yang tentunya berkaitan dengan  keterbukaan teknologi dan informasi, yang akan dikuti  seluruh Diskominfo dari 33 provinsi," jelasnya.

Selain itu,  kata Abdullah Sani, sesuai program Diskominfo nantinya juga akan dilakukan blusukan ke daerah-daerah dalam rangka keterbukaan informasi, dimana dalam blusukan nanti akan dikuti oleh SKPD yang terkait, termasuk RRI. Dengan kerjasama RRI  maka para pejabat dapat langsung berdilog dengan masyarakat setempat, seperti stasion RRI  Long Bangun, Stasiun Sendawar, stasion Malinau dan Nunukan.

"Kedepan kita akan melakukan pembenahan, Bakohumas yang lebih diintensifkan peran Bakohumas Kaltim. Bakorhumas akan kita koordinasikan untuk mengikuti beberapa even nasional seperti Hari Pers Nasional," ujarnya.

Program pembangunan Kaltim, Diskominfo akan terus berupaya melakukan pembangunan tower telekomunikasi di daerah pedalaman dan wilayah perbatasan. Dukungan APBN masih sangat diharapkan karena masih banyak kawasan  blank spot di sejumlah daerah diantaranya di Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, Berau dan Kutai Timur.

"Karena itu, kita minta kepada  kabupaten/kota untuk menyampaikan  titik-titik koordinat terkait  wilayah yang masih blank spot. Dengan laporan tersebut selanjutnya akan kita upayakan untuk membangun, baik melalui APBD maupun dari APBN," kata Abdullah Sani. (mar/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait