Kaltim Turut Sukseskan MDGs

JAKARTA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyatakan, Kaltim turut berpartisipasi menyukseskan program-program Millenium Development Goals (MDGs) atau tujuan pembangunan milenium 2015. Satu di antaranya berhasil menurunkan angka kemiskinan penduduk.


Persentase penduduk miskin di Kaltim empat  tahun  terakhir mengalami penurunan. Pada tahun 2009 persentase penduduk miskin 7,73 persen, menurun pada tahun 2010, yakni 7,66 persen dan  2011 menurun lagi jadi 6,77 persen,  selanjutnya 2012 turun lagi menjadi 6,68 persen, atau melampaui target RPJMD Kaltim 2013, yakni 7 persen dan RPJM Nasional  2014, mencapai 8-10 persen, bahkan melampaui target MDGs 2015, yaitu 7,5 persen.


“Kita berhasil menurunkan angka kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kaltim selama empat  tahun terakhir. Pada 2009  mencapai 10,83 persen, kemudian 2010 menurun menjadi 10,10 persen, sedangkan 2011 TPT Kaltim sebesar 9,84 persen. TPT Kaltim 2012 menurun jadi 8,90 persen,” ujar Awang usai mengikuti kegiatan Konsultasi Nasional Agenda Pembangunan Pasca 2015 di Istana Negara, Rabu (20/2).  


Pada pertemuan konsultasi yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga dihadiri para Menteri, Gubernur dan berbagai kalangan terkait MDGs se-Indonesia itu diungkapkan, Indonesia serius dalam merumuskan Agenda Pembangunan Pasca-2015 sebagai pengganti MDG's yang akan tutup buku pada 2015. Kesinambungan MDG's dinilai mendesak dipersiapkan agar mampu menjawab tantangan baru dunia.


Sehubungan dengan itu, Sekjend PBB membentuk Panel Tingkat Tinggi para Tokoh Terkemuka (High Level Panel of Eminent Persons –HLPEP) untuk merumuskan Agenda Pembangunan Pasca 2015. Panel diketuai Presiden SBY bersama dengan Presiden Ellen Johnson Sirleaf dari Liberia dan PM Inggris David Cameron.

Menindaklanjuti hal itu Presiden SBY membentuk Komite Nasional Perumusan Visi dan Agenda Pembangunan Pasca Tujuan Pembangunan Milenium Tahun 2015 (Komnas Pasca 2015) yang bertugas membantu Presiden mengumpulkan masukan dari berbagai pihak untuk merumuskan visi dan tantangan pembangunan pasca 2015 tersebut. Sementara itu, hasil konsultasi kemarin akan dijadikan masukan penting dalam pertemuan HLPEP di Bali, Maret 2013 nanti.

Kaltim menurut Gubernur Awang Faroek turut memberi andil dalam menyukseskan agenda-agenda MDGs yang meliputi penanggulangan kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan penyakit menular lainnya, memastikan kelestarian lingkungan hidup, dan membangun kemitraan global untuk pembangunan.


”Kemiskinan terjadi karena masyarakat tidak bekerja, karena itu dalam pembangunan yang dilaksanakan harus memberikan dampak pada terbukanya lapangan pekerjaan. Karena itu, kita tetap konsen pada pembangunan yang diarahkan pada keberpihakan dengan rakyat, yaitu Pro Growth (Pro Pertumbuhan), Pro Job (Pro penciptaan Lapangan Pekerjaan), Pro Poor (Pro Pemberantasan Kemikinan), dan Pro Environment (Pro Lingkungan),” jelas Awang.


Sementara itu dalam arahannya Presiden SBY menyampaikan keyakinannya, Indonesia akan bisa mencapai program Millenium MDGs 2015. "Kita memiliki keyakinan bahwa sasaran itu bisa dicapai. Kalau ada yang kurang, kita masih mempunyai waktu untuk meningkatkan, memperbaiki, melakukan kebijakan khusus dengan anggaran khusus untuk mencapai MDGs," katanya.


Sejak 1990, Indonesia ujar Presiden telah mampu mengurangi jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan, dari 20,6 pada tahun 1990 menjadi 11,9 persen pada tahun 2012. Untuk mengurangi angka kemiskinan, maka pengentasan kemiskinan harus menjadi program pembangunan berkelanjutan pada setiap pemerintahan. (ri/hmsprov)

////Foto : H Awang Faroek Ishak

 

Berita Terkait