Kaltim Uji Coba Padi Dengan Teknologi Nuklir

Hasilkan Delapan Ton GKG Perhektare

SAMARINDA - Pemprov Kaltim melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim melakukan uji coba menanam padi jenis Sidenuk (Dedikasi  Nuklir) yang memanfaatkan teknologi nuklir di Desa Rempanga Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara.  
Dari hasil ujicoba tersebut, menghasilkan rata-rata  delapan ton gabah kering giling (GKG) per hektare, atau diatas rata-rata produksi padi di daerah ini, sehingga ke depan penggembangan padi jenis ini bisa menjadi salah satu pilihan.
“Benih unggul tersebut awalnya pemberian dari Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) kepada Gubernur Awang Faroek Ishak tahun lalu. Setelah tiga bulan Balitbangda mencoba menanam dan saat ini sudah berhasil dipanen,” kata Kepala Balitbangda Kaltim Hj Halda Arsyad , di Samarinda, Selasa (16/4).
Dijelaskan, benih tersebut berasal dari Badan Tenaga Nuklir Indonesia (Bapeten) sebagai hasil pemanfaatan teknologi nuklir untuk keperluan pangan. Bahkan, di Pulau Jawa sudah banyak petani menanam benih tersebut. Tingkat produktivits varietas hasil mutasi radiasi, rata-rata menghasilkan tujuh ton GKG perhektare.  
“Hasil ini lebih baik dari rata-rata produksi beras nasional sebesar 5,01 ton per hektare. Jika ini dilakukan di Kaltim, tentu akan mendukung upaya mencapai swasembada beras. Diharapkan melalui pemanfaatan teknologi nuklir, masalah kekurangan pangan bisa diatasi,” harapnya.
Meski demikian,  masih perlu terus dilakukan pengkajian, karena kandungan air dan tanah di Kaltim tidak sama dengan Jawa. Halda berharap, hasil benih tersebut dapat disebar ke wilayah penghasil padi di Kaltim, misalnya di Panajam Paser Utar (PPU) dan Paser, sebagai upaya melihat perkembangan lebih lanjut (jay/hmsprov).

Foto: Kepala Balitbangda Kaltim Hj Halda Arsyad saat panen padi Sidenuk, hasil  uji coba dengan memanfaatkan teknologi nuklir di Desa Rempanga Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara.(ist).
 

Berita Terkait