Kaltim Wajar Dapatkan Otsus

Kaltim Wajar Dapatkan Otsus

 

SAMARINDA - Perjuangan menuntut pemberlakuan Kaltim sebagai daerah otonomi khusus (otsus) terus berlangsung. Dukungan tidak saja datang dari DPRD Kaltim, bupati/walikota, LSM, berbagai elemen masyarakat, tapi juga datang dari  Hj Ida Fauziah, mantan anggota Komisi II DPR RI yang  juga  pernah menjadi anggota  panitia khusus (pansus)  otsus  Papua dan Aceh.

Dia mengaku sudah melihat aspirasi masyarakat Kaltim menuntut otsus  melalui spanduk-spanduk maupun  baliho yang terpasang di pinggir jalan dari Balikpapan hingga Samarinda. 

"Ya, kita sangat mengapresiasi apa keinginan masyarakat Kaltim yang  hingga saat ini belum mendapatkan perhatian dari pusat," kata Ida Fauziah saat menghadiri pembukaan Konferensi VII Fatayat NU Kaltim di Hotel Mesra Jumat (30/1). 

Ketua Umum PP Fatayat NU ini memberi saran agar Kaltim melakukan kajian untuk memberikan penjelasan rasional kepada pusat, sesuai  keinginan masyarakat. Menurutnya, harus ada kesungguhan dan keseriusan. Komponen daerah ini harus kompak satu suara dan satu tujuan menuntut pembentukan otsus untuk menegaskan bahwa perjuangan tersebut memang murni aspirasi masyarakat. Tuntutan otsus  ini pun harus tetap dalam bingkai NKRI.

"Pemerintah daerah   harus   melakukan pengkajian  yang  mendalam melibatkan stakeholders terkait, bahwa  Kaltim memang membutuhkan kekhususan untuk pengelolaan pembangunan. Melalui kajian-kajian yang dilakukan, diharapkan  pemerintah pusat  dapat  melihat dan mendengar  apa yang diminta masyarakat Kaltim," kata Ida Fauziah.

Menurut Ida Fauziah yang kini duduk di Komisi I Bidang Luar Negeri, sangat wajar rakyat Kaltim menuntut otsus. Karena Kaltim merupakan salah satu daerah   penyumbang devisa  terbesar bagi bangsa dan negara, tetapi apa yang didapatkan kembali dari pusat sangat kecil.

"Kalau dilihat  dari kontribusinya  yang sangat  besar, memang perlu  ada apresiasi dari pemerintah pusat, apakah apresiasi itu bentuknya  seperti apa, saya belum melihat.  tetapi saya berharap pusat mulai melihat apa yang diminta oleh masyarakat Kaltim. Tentu ada alasan meminta otsus," papar Ida Fauzia yang juga Ketua Fraksi PKB ini.

Dikatakan, permintaan  Kaltim  untuk mendapatkan otsus merupakan protes Kaltim terhadap pemerintah pusat,  oleh karena itu yang harus dilakukan sekarang ini adalah mengurangi kesenjangan antara provinsi dengan provinsi lainnya, semua provinsi harus berdiri sama tinggi, harus berdiri sejajar  dengan provinsi lain di Indonesia.

"Kaltim meminta otsus karena adanya kesenjangan. Oleh karena itu, Kaltim harus berjuang keras untuk bisa mendapatkan otsus ini. Walaupun  saya sudah tidak lagi  di pansus, namun atensi saya terhadap  daerah yang meminta otsus tidak berkurang," ujarnya. (mar/sul/hmsprov)

//Foto: Ida Fauziah

 

Berita Terkait