Kaltim Yakin Dapat WI Blok Mahakam

PT TEPI Kunjungi Pemprov Kaltim

SAMARINDA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memastikan Kaltim berkesempatan ikut mengelola Blok Mahakam. Karena besar kemungkinan, setelah dikelola Total E&P Indonesie (TEPI), pengelolaan Blok Mahakam bakal diserahkan kepada PT Pertamina.

Keputusan tersebut akan ditetapkan pada Februari atau Maret 2015. Demikian  disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekprov Kaltim, M Sa’bani usai menerima kunjungan Manajemen TEPI.

“Informasi yang kami terima dari Menteri ESDM kemungkinan besar PT Pertamina mengelola Blok Mahakam. Alasannya, selain blok ini telah berproduksi, hampir semua pekerjanya adalah orang Indonesia. Kaltim berkesempatan untuk ikut mengelola Blok Mahakam dan berhak mendapatkan dana bagi hasil dari produksi tersebut,” kata Sa’bani usai pertemuan dengan manajemen TEPI di Ruang Dayataka Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (21/1).

Menurut dia, jika Pertamina mengelola blok tersebut, maka hak working interest (WI) Kaltim 10 persen dapat terwujud. Meski demikian, kepastian itu tentu juga harus dengan dukungan rakyat Kaltim. Keputusan ini merupakan niat baik pemerintah pusat.

“Saat ini kita hanya bisa berdoa agar perjuangan untuk mendapatkan hak dan keadilan dari pemerintah pusat dapat terwujud. Karena, hasil dari keputusan tersebut untuk masa depan rakyat Kaltim dan Pemprov Kaltim yakin itu bisa,” tegasnya.

Langkah untuk meraih kesempatan itu, telah dilakukan Pemprov Kaltim, antara lain melakukan koordinasi dengan Menteri ESDM serta memberikan alasan pemerintah daerah untuk turut mengelola blok tersebut.

Setelah diketahui menteri, diharapkan Presiden pun segera mengetahui dan selanjutnya memberikan kesempatan kepada daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berpartisipasi dalam pengelolaan Blok Mahakam ini.

“Yang jelas target kita adalah Kaltim dapat bagian dari dana bagi hasil pengelolaan itu. Mudah-mudahan dapat working interest 10 persen. Jika, dapat lebih tinggi dari itu ya bagus. Harapan kami mau Pertamina mengelola 100 persen atau berbagi dengan TEPI, terpenting adalah Kaltim tetap meminta bagian dari pengelolaan tersebut,” tegasnya.

Deputy Executive Vice President Operations and District Manager for East Kalimantan TEPI, Agus Suprijanto menjelaskan, maksud kunjungan mereka adalah untuk menyampaikan capaian kinerja operasi dan upaya yang telah dilakukan TEPI selaku operator selama 2014 guna menahan laju penurunan produksi di Blok Mahakam. Juga disampaikan rencana kerja untuk 2015.

“Ini kegiatan rutin yang kami lakukan setiap tahun. Berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di Kaltim. Karena komitmen TEPI dalam menjalankan bisnis eksplorasi di Kaltim tentu tidak bisa lepas dari dukungan Pemprov Kaltim,” jelasnya.

Sementara terkait implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) TEPI 2014 dari pendidikan dan penelitian, pemberdayaan ekonomi, kesehatan dan nutrisi, penyediaan air bersih, infrastruktur, lingkungan dan energi alternatif jumlah penerima manfaat sebanyak 89.635 orang. Sementara rencana investasi selama 2015 dengan asumsi harga minyak US$ 105/barrel akan mencapai US$2,4 miliar atau Rp24 triliun. (jay/sul/es/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation