Kampung Batik Ta'puri

foto: samsul/dok.humaskaltim

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Dekranasda Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor juga mengunjungi Kampung Batik Ta' Puri di Tanjung Redeb, Berau.

 

 

Bukan hanya menyaksikan proses pembuatan kain batik khas Berau itu, istri Gubernur H Isran Noor itu juga ikut membatik, baik menggunakan canting (batik tulis)  maupun  palu (batik ecoprint catuk). Empat jenis batik yang dikembangkan di sini, batik tulis, batik cap, ecoprint dan shibori.

 

Kawasan batik yang berada di pusat Kota Tanjung Redeb ini menurutnya bisa menjadi icon wisata baru Kota Tanjung Redeb.

 

"Sangat bagus. Layak menjadi icon baru wisata di Berau. Jadi bukan hanya Derawan. Di tengah kota pun, kita bisa berwisata. Sangat bagus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Norbaiti, Minggu (25/10/2020).

 

Lurah Tanjung Redeb, Harjupri menjelaskan 

Kampung Batik Ta' Puri merupakan salah satu bagian dari gagasan wisata kota (city tour) yang diinisiasi oleh Kelurahan Tanjung Redeb  dalam rangka memberdayakan masyarakat. 

 

Kabupaten Berau mempunyai destinasi wisata bahari yang dikenal hingga ke mancanegara. Namun demikian,  wisatawan yang datang ke Berau, umumnya  langsung menuju ke Pulau Derawan,  Maratua, Kakaban dan lainnya.

 

"Mereka datang berwisata ke sana.  Setelah selesai langsung pulang,  tidak ke Tanjung Redeb. Masyarakat kota belum merasakan dampak langsung keberadaan wisata bahari tersebut," beber Harjupri.

 

Menurutnya,  kondisi ini tentu tidak boleh dibiarkan. Sebab kawasan perkotaan apabila dieksplorasi dengan baik akan  menghasilkan potensi wisata artifisial (buatan) yang sangat menarik. 

 

Empat tema kemudian dirancang, yakni wisata kuliner di tepian Jalan Pulau Derawan, wisata Kampung Batik Ta' Puri,  wisata religi (Makam Syaikh Ali Junaidi Al-Banjari dan Masjid Raya)  dan terakhir wisata merchandise.

 

"Lokus program wisata kota ada 7 RT,  yaitu RT 1, 2, 18, 26, 31, 3 dan 20," jelasnya.

 

Khusus Kampung Batik Ta' Puri sejumlah  kegiatan sudah dilaksanakan antara lain, 

pelatihan membatik dua kali, pembentukan Kelompok Batik Ta' Puri, mengaktifkan Pokdarwis Banuanta dan menggelar lomba -lomba. (sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait