Kalimantan Timur
Kampung Tanjung Soke Menuju Proklim+


BONGAN - Kampung Tanjung Soke dan Kampung Gerunggung Kecamatan Bongan Kutai Barat, merupakan dua kampung yang dipilih menjadi prioritas dari 150 kampung di Kaltim. Khususnya, Program Kampung Iklim (Proklim) plus yang merupakan program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) Carbon Fund untuk mengurangi emisi karbon. 

Dari kunjungan jurnalistik Kampung Tanjung Soke yang berada wilayah kecamatan yang masih terisolir dari berbagai bidang. Diketahui, akses jalan menuju kedua kampung tersebut belum memadai, bidang kesehatan, pendidikan dan bidang lainnya.

Namun demikian, semangat hidup dan mencintai lingkungan serta alam sekitar tetap dimiliki warga kampung terisolasi itu.

Diketahui melalui pengakuan Sekretaris Kampung Tanjung Soke, Asrani yang merasa  bangga dan bersyukur atas kunjungan awak media bersama  jajaran Biro Humas Setprov Kaltim bersama Konsultan Sosial FCPF dan Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim.

Dirinya sangat berharap kunjungan ini memberi hikmah besar bagi Kampung Soke dan warganya. Paling tidak bisa menginformasikan kepada dunia luar terkait potensi kampungnya.

"Potensi kampung kami banyak. Namun keterbatasan akses jalan harus ditempuh berjam-jam dengan kondisi memprihatinkan peninggalan perusahaan kayu sebagai jalan logging," ujar Asrani di Balai Kampung Tanjung Soke, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (26/11).

Asrani mengakui dipilihnya Kampung Soke masuk program Proklim plus seperti berkah luar biasa. Walaupun, masyarakat setempat sudah sejak lama serius menjaga hutan secara sukarela.

Selain itu, kampung yang berdiri sejak tahun 60an memiliki potensi wisata alam yang mumpuni. Objek wisata Kampung Suku Dayak Luangan atau Dayak tertua di Kaltim dengan berbagai seni budayanya.(mar/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait