Kawasan Maloy Dikelola Dua Perusda

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengemukakan untuk pengelolaan potensi sumber daya alam maupun kegiatan industri, maka Pemprov membangun Perusahaan Daerah (Perusda) atau BUMD bekerjasama dengan swasta.Khusus  untuk pengelolaan kegiatan di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kabupaten Kutai Timur, Pemprov akan membentuk dua perusda sekaligus yakni PT  Kawasan Industri Maloy dan  PT  Pelabuhan International Maloy.
“Akan ada dua PT (perusahaan terbatas) yang akan kita bangun masing-masing untuk kawasan industri dan pelabuhan internasional untuk KIPI Maloy. Sedangkan PT  Kawasan Industri Kariangau untuk KIK Balikpapan,” ujar Awang Faroek Ishak saat pelantikan Pengambilan sumpah/janji Anggota Dewan Pengawas, Direksi, Ketua dan Anggota Badan Pengawas BUMD Pemprov Kaltim di Pendopo Lamin Etam, pekan lalu.
Menurut dia, ketiga PT yang akan mengelola kawasan industri dan pelabuhan di Kaltim itu masih dalam proses pembentukan baik untuk mengelola Kawasan Industri Maloy di Kutai Timur maupun Kawasan Industri Kariangau Balikpapan.
Saat ini untuk mendukung percepatan pembangunan KIPI Maloy telah dilaksanakan pembangunan jalan sepanjang 17 kilometer dengan sumber dana APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum, sedangkan Pemprov membangun infrastruktur dalam kawasan.
Sementara itu Kementerian Perhubungan pada tahun ini menyetujui untuk pembangunan pelabuhan bekerjasama dengan PT Pelindo baik untuk pembangunan cargo terminal maupun CPO terminal.Selanjutnya pada tahun yang sama Kementerian Perindustrian akan membangun tangki timbun dan Dinas Perhubungan Kaltim akan membangun kantor sarana dan prasarana pemerintah.Termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim telah mempersiapkan lahan dan akan segera membangun Kantor Cabang BPD Kaltim di Kawasan KIPI Maloy.
“Memang untuk pelayanan kawasan sebesar KIPI Maloy diperlukan Kancab bukan Kantor cabang Pembantu,” ungkap Awang Faroek Ishak.
Gubernur berharap agar para kepala daerah baik bupati maupun walikota segera melakukan upaya-upaya revitalisasi terhadap BUMD milik dan segera menjalin kerjasama dengan perusda Pemprov Kaltim serta menggandeng pihak swasta.
“Kita harus ambil peluang  ini  untuk meningkatkan penerimaan daerah  melalui revitaslisasi perusda.  Para bupati/walikota melalui BUMD di daerah masing-masing mari ambil kesempatan ini sesuai keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimiliki,” harap Awang Faroek Ishak. (yans/hmsprov)
 

Berita Terkait