Kegiatan Tradisional Harus Dilestarikan

*Lomba Panjat Pinang dan Festival Kuliner di Kaltim

 

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan kegiatan tradisional, seperti panjat pinang bisa tetap dilestarikan. Panjat pinang biasanya hanya dilaksanakan pada  perayaan HUT Kemerdekaan RI.

“Saya berharap kemeriahan acara panjat pinang bisa menjadi pesta rakyat. Karena itu tradisi panjat pinang ini perlu terus dilestarikan,” kata Awang Faroek Ishak usai membuka lomba panjat pinang yang dirangkai wisata kuliner gratis di Tepian Mahakam Jalan Gajah Mada, Samarinda, Ahad pagi (20/1).

Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim itu memang dikemas menjadi pesta rakyat. Masyarakat dapat berpartisipasi menjadi peserta dengan membentuk regu berganggota lima atau enam orang.

Pihak panitia juga menyiapkan wisata kuliner yang disajikan secara gratis dari seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim. “Semua ini untuk masyarakat. Karena kita ingin menyadarkan masyarakat bahwa pembangunan di Kalimantan Timur tidak lepas dari partisipasi dan dukungan seluruh rakyat, sehingga wajar pesta rakyat ini dinikmati rakyat,” jelasnya.

Saat memberi sambutan, Gubernur Awang Faroek mengajak rakyat Kaltim ikut menyukseskan proses pembangunan. Gubernur juga mengajak masyarakat meningkatkan persatuan dan kesatuan, terus menjalin kebersamaan dan menjaga keamanan hingga kondusi yang sudah sangat kondusif di Kaltim bisa terus dipertahankan.

Gubernur menyebutkan, kondisi daerah yang aman akan membantu aparatur Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan pembangunan. “Mari kita sukseskan bersama program pembangunan yang sedang berjalan. Karena pembangunan yang dilaksanakan  tidak lain hanya untuk kesejahteraan rakyat di masa depan,” harap gubernur. 

Awang mengaku senang dan bangga, bahwa mulai pukul 08.00 selesai bersepeda santai ke Samarinda Seberang bersama sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim dan masyarakat, juga telah menyaksikan kemeriahan dari lomba panjat pinang di sepanjang Tepian Mahakam Samarinda. Apalagi, banyak masyarakat sekitar yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim H Sigit Muryono mengatakan, ada 40 pohon pinang dan beberapa aneka macam kuliner khas daerah di Samarinda telah disiapkan oleh SKPD di sepanjang kawasan Tepian Mahakam hingga ke Jembatan Mahakam Samarinda dengan jarak yang disesuaikan dengan kondisi taman di Tepian Mahakam.

“Kami melihat antusias masyarakat sangat besar. Kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur kita atas pembangunan yang telah dilaksanakan Pemprov Kaltim bersama seluruh masyarakat. Mudah-mudahan semua ini ada manfaatnya,” jelas Sigit. Juga hadir pada kegiatan tersebut istri Gubernur Kaltim Hj E Amelia Suharni Faroek.

AGENDA RUTIN

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kaltim, HM Aswin di sela kegiatan mengatakan, lomba panjat pinang adalah bagian dari upaya pelestarian budaya. Ini sesuai dengan arahan Gubernur Awang. 

Menurut Aswin, membudayakan tradisi panjat pinang akan menjadi hiburan bagi masyarakat. Panjat pinang juga  merupakan salah satu warisan budaya yang perlu mendapatkan perhatian tidak saja saat HUT Kemerdekaan RI.

Apalagi panjat pinang ini sudah memasyarakat dalam tradisi hiburan rakyat yang tidak memerlukan peraturan tertentu. Panjat pinang juga dapat memupuk persaudaraan antar masyarakat karena panjat pinang harus dilakukan beregu dan kompak.

Harapan Aswin, lomba panjat pinang ini dapat menjadi agenda rutin HUT Kaltim sehingga dapat juga menjadi kekayaan dan keajaiban budaya Kaltim (Wonderful East Kalimantan) yang dapat menjadi daya tarik pariwisata. ((jay/yul/hmsprov)

Foto: Panjat pinang di Tepian Mahakam. (la djuni/humasprov kaltim).

Berita Terkait