KEK MBTK 100 Persen Siap Diresmikan


Persiapan Maloy sudah oke semua” (Isran Noor-Gubernur Kaltim)

  

SAMARINDA – Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, 100 persen siap diresmikan. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Gubernur Kaltim Isran Noor.

“Persiapan Maloy tidak masalah, sudah oke semua,” kata Isran di Balikpapan, Kamis (14/3/2019).

Seluruh persyaratan atau chequ point (titik pemeriksaan) sudah dilengkapi. Sebelumnya dari 17 chequ point, terdapat tiga chequ point yang belum dilengkapi hingga akhir Desember 2018. Dan awal Maret ini seluruhnya sudah dilengkapi.

Ketiga chequ point itu adalah sertifikasi enam blok  lahan dari 519 hektar yang sudah dibebaskan, ketersediaan gapura masuk KEK MBTK di simpang jalan poros menuju Kecamatan Sangkulirang dan ketersediaan fasilitas pemadam kebakaran.

Saat ini, KEK MBTK sudah dilengkapi fasilitas jalan lingkungan, listrik, air bersih, bahkan pelabuhan berskala internasional. Khusus  listrik dan air bersih, kelak juga bisa dinikmati masyarakat di sekitar KEK MBTK.

Baca Juga : Tol Jalan Terus Maloy Siap Diresmikan Jokowi

Jika bisa segera diresmikan, maka investor akan mendapat banyak kemudahan dari kawasan ekonomi khusus ini, khususnya terkait pengolahan industri oleochemical, hingga industri pengolahan batu bara, termasuk hasil perkebunan lainnya seperti karet, kakao, sawit dan lainnya. Diyakini Kutai Timur akan berkembang pesat dengan kehadiran kawasan ekonomi khusus ini.

Langkah Gubernur Isran Noor ini sekaligus menggambarkan keseriusan pemerintah untuk melanjutkan program-program strategis potensial yang diprakarsai gubernur Kaltim sebelumnya, Awang Faroek Ishak.

Bupati Kutai Timur Ismunandar  tak berbeda haluan soal rencana ini. Menurutnya, kawasan industri Maloy sudah seharusnya disukseskan.

“Pokoknya Maloy siap diresmikan. Apa jar gubernur, kita umpati (apa kata gubernur, kita ikuti),” ucap Ismu di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (15/3/2019).

Pengembangan Maloy sebagai kawasan industri strategis sangat tepat, sebab kawasan ini digadang-gadang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Kaltim masa depan yang mengedepankan industri pengolahan berbasis sumber daya alam terbarukan. Maloy akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Kaltim masa depan, khususnya di wilayah tengah dan utara Kaltim.

Pengembangan industri berbasis sumber daya alam terbarukan, seperti pengolahan  kelapa sawit menjadi beragam produk turunan (downstream), kemudian pengolahan hasil karet, kakao (cokelat), lada, jagung dan lainnya menjadi produk-produk bernilai tambah secara langsung akan berdampak pada pergerakan ekonomi kawasan.

Sementara pengolahan hasil produksi batu bara juga akan disiapkan di kawasan ini, sehingga batu bara tidak hanya menjadi produk yang dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga bernilai tambah. Kehadiran kawasan ekonomi ini pun akan menyerap hingga puluhan ribu tenaga kerja.

Baca Juga : Positif, Jokowi Resmikan Maloy di Bitung, Gubernur Isran Noor Video Conferenfe di Ruang HOB

Sebagai tambahan informasi, KEK MBTK ditetapkan  melalui Peraturan  Pemerintah  Nomor  85  Tahun  2014 pada tanggal 17 Oktober 2014. KEK  MBTK  memiliki  bisnis  utama  berupa industri kelapa sawit. Di samping itu, terdapat bisnis  pendukung,  yaitu  logistik  dan  aneka industri.  Produk-produk  utama  yang  akan dihasilkan  diantaranya  adalah  fatty  acid,  fatty alcohol,  surfactant,  biodiesel  dan  minyak goreng.

Untuk mendukung operasional KEK MBTK sejak beberapa tahun lalu pemerintah sudah dan sedang menyiapkan dukungan infrastruktur di antaranya peningkatan jalan nasional menuju Maloy, Samarinda– Bontang–Sangatta–Simpang Perdau–Bengalon– Maloy–Sangkulirang– Batu Lepok.

APBN Kementerian PUPR juga telah membangun jalan akses menuju KEK MBTK dari jalan poros menuju Sangkulirang. Demikian pun di dalam kawasan industri. Rencana lainnya adalah pengembangan Bandara Sangkima di Sangatta untuk lebih memberi kemudahan bagi para investor.

“Kita juga sudah bangun pelabuhan CPO (crude palm oil). Tanki timbun CPO juga akan kita perjuangkan ke pusat agar segera dibangun. Tujuannya jelas agar investor lebih bersemangat,” kata Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain.

 

KEK MBTK juga didukung pelabuhan kargo dan rencana pembangunan jalur kereta api untuk angkutan batu bara bekerja sama dengan Russian Railways, BUMN Rusia.

KEK MBTK juga diperkuat jaringan distribusi air bersih dengan sambungan pipa sepanjang 28.728 meter. Sistem jaringan pipa transmisi air baku menggunakan sumber air dari Gunung Sekerat. Kebutuhan air bersih KEK MBTK diperkirakan mencapai 200 liter per detik.

Sementara dari sisi geografis, KEK MBTK sangat strategis karena berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Dari jalur ini, pengiriman ekspor akan lebih cepat dan efisien, khususnya untuk kawasan China dan Korea Selatan.

Perbandingannya pun sangat jauh. Pengiriman melalui Surabaya atau Jakarta memerlukan waktu hingga 30 hari, sedangkan pengiriman langsung dari Kaltim cukup 9 hari.

Jika semua rencana berjalan lancar, maka investasi di KEK MBTK ini diprediksi mencapai puluhan triliun rupiah.

Pengembangan KEK MBTK pun selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah Kaltim yang perlahan akan beralih kepada kekuatan ekonomi berbasis sumber daya alam terbarukan.  Langkah ini juga serasi dengan hasil penelitian para pakar diantaranya peneliti dari Laboratory of Electric Machinery, Department  of Electrical and Electronic Engineering, Kitami Institute of Technology, Hokaido Jepang, Marwan Rosyadi yang menyebutkan energi fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam akan berakhir pada tahun 2050.

Penelitian yang sama dilakukan Global Wind Energy Council (GWEC). Pada tahun itu, GWEC memprediksi negara-negara Eropa sudah tidak akan lagi menggunakan energi fosil, tapi energi baru terbarukan.

Hal itu menjadi pertanda bahwa sumber daya alam kita akan segera berakhir. Oleh sebab itu, tepatlah jika Kaltim menyiapkan kemudian KEK MBTK dan kawasan industri lainnya  untuk menjadi penopang utama kekuatan ekonomi Bumi Etam di masa depan, pasca berakhirnya kejayaan tambang batu bara, minyak dan gas bumi.

 

Tonton Juga :



 

Penulis : Syamsul Arifin

Editing Video : Adi Suseno, Arief Murthada

Fotografer : Ahmad Riandi/Istimewa

 

Berita Terkait
Data Masih Kosong
Data Masih Kosong