Kelanjutan dan Kesinambungan Kebijakan Kaltim Bangkit 2013

Visi Kaltim Maju 2018

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan dalam mengawali masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2013-2018, hal terpenting yang harus dipahami bersama adalah tentang apa saja hasil pembangunan yang telah dicapai bersama hingga saat ini. Dan permasalahan pembangunan apa yang masih dan harus dipecahkan dalam lima tahun ke depan.
Awang Faroek mengungkapkan banyak hal yang telah dicapai pada pembangunan periode 2008-2013,  diantaranya laju pertumbuhan ekonomi meningkat dari 2,32 persen pada 2009 menjadi 3,98 persen pada 2012 dan diperkirakan akan meningkat lagi menjadi 4,01 persen  pada 2013.
Selanjutnya, angka IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dari 74,52 pada 2008 meningkat menjadi 76,71 pada 2012 dan diperkirakan akan naik lagi menjadi 77,1 pada 2013. Angka kemiskinan pada 2008 berada di tingkat 9,51 persen turun menjadi 6,68 persen pada 2012 dan diperkirakan semakin turun di angka 6,06 pada 2013.
Kemudian, tingkat pengangguran dari 11,11 persen pada 2008 terus menurun menjadi 8,9 persen pada 2012 dan diperkirakan menjadi 8,87 persen pada 2013 yang tak lama lagi akan berakhir.
“Namun demikian, kita tidak boleh berpuas diri. Yang lebih penting adalah bagaimana menggunakan hasil yang sudah dicapai saat ini sebagai modal dalam memperbaiki kinerja pembangunan Kaltim di era selanjutnya (continuous improvement),” kata Awang Faroek akhir pekan lalu.
Sasaran pembangunan 2013 bukanlah tujuan akhir pembangunan Kaltim, tetapi merupakan tahap awal membangun fundamental ekonomi daerah yang kuat berbasis sumber daya terbaharukan (renewable resources) menuju “Kaltim Maju” dengan kesejahteraan yang adil dan merata secara berkelanjutan.
Menurut dia, banyak permasalahan pembangunan di Kaltim yang masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi jajaran Pemprov dalam lima tahun mendatang yang mengakibatkan belum sehatnya pertumbuhan ekonomi dan tidak meratanya tingkat kesejahteraan masyarakat Kaltim.
Permasalahan pembangunan itu, lanjut dia, disebabkan beberapa hal, diantaranya oleh rendahnya daya saing sumber daya manusia (SDM) Kaltim, pertumbuhan ekonomi yang masih rendah dan fluktuatif, belum meratanya pelayanan infrastruktur, belum terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan belum terciptanya kualitas hidup yang baik dan sehat.
Oleh sebab itu, sebut dia, dalam upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut slogan “Kaltim Maju 2018” dicanangkan. Dimana slogan tersebut telah selaras dengan arah kebijakan periode ketiga (2013-2018) yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yaitu pemantapan menuju masyarakat sejahtera dan pemerataan hasil pembangunan.
“Kaltim Maju 2018” merupakan kelanjutan dan kesinambangunan kebijakan dari “Kaltim Bangkit 2013” yang telah diterjemahkan kedalam Ranwal (Rancangan Awal) RPJMD 2013-2018 berupa visi, misi, tujuan, dan sasaran (V1.M5.T6.S17). RPJMD juga berisi kebijakan-kebijakan dan strategi/prioritas pembangunan untuk mencapai sasaran pembangunan yang selanjutnya diterjemahkan ke dalam program prioritas sebagaimana dijelaskan secara rinci dalam dokumen RPJMD.
“Visi RPJMD 2013-2018 adalah “Mewujudkan Kaltim Sejahtera yang Merata dan Berkeadilan Berbasis Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan, dengan indikator makro keberhasilan pembangunan lima tahun ke depan berupa peningkatan IPM sebesar 78, penurunan tingkat kemiskinan sebesar 5,2 persen, pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen, terkendalinya inflasi di tingkat 5,11 persen, menurunnya tingkat pengangguran sebesar 5 persen dan meningkatnya indeks kualitas lingkungan sebesar 70,50,” pungkasnya. (her/hmsprov)


 

Berita Terkait
Government Public Relation