Kembangkan Wirausaha dan UMKM di Kaltim

Disperindagkop dan BI Kaltim Tandatangani MoU

SAMARINDA – Pemprov melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kaltim terus berupaya melakukan program dan terobosan guna mencetak dan membina wirausaha baru di Kaltim. Kali ini Disperindagkop dan UMKM menggaet Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim untuk pengembangan wirausaha dan UMKM.

Hal tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Kepala Perwakilan BI Kaltim Ameriza M Moesa dan Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim HM Djaelani, pada Pembukaan Pelatihan Wirausaha Baru dan Pemasyarakatan Pemahaman Koperasi melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2014 Spirit of Global Enterpreneurship, di Bank Indonesia Samarinda, Rabu (5/2).

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim HM Djaelani mengungkapkan kondisi Kaltim yang dinamis menjadi peluang bagi pengembangan wirausaha. Dan dengan sumber daya alam berlimpah serta didukung sumber daya manusia yang besar, Kaltim mempunyai potensi besar bagi wirausaha baru.

“Selain itu, kebutuhan serta permintaan atas barang dan jasa yang tinggi di Kaltim menjadi tantangan tersendiri bagi wirausaha baru untuk membuka peluang usaha. Pemerintah dan dunia usaha terus memberikan perhatian berupa pelatihan, pemberian modal, bimbingan, pinjaman dan kredit usaha rakyat,” ungkap Djaelani.

Menurut dia, kerjasama dengan BI Perwakilan Kaltim termasuk dalam upaya menumbuhkembangkan wirausaha baru di Kaltim. Karena peran perbankan sangat vital dalam pengembangan wirausaha, terutama dalam memberikan modal kepada calon wirausaha baru yang sudah diseleksi oleh instansi terkait.

“Target kita untuk 2014 adalah mencetak sekitar 2.000 wirausaha baru. Peran perbankan maupun dunia usaha sangat diperlukan untuk mendukung terwujudnya target tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, Disperindagkop dan UMKM Kaltim melakukan sejumlah kegiatan pengembangan usaha di sektor riil dengan jenis pelatihan meliputi pengembangan usaha kerajinan berbasis pada budaya dan sumber daya lokal. Pelatihan pengembangan usaha agropangan, pelatihan pengembangan usaha perbengkelan, pelatihan usaha pengembangan produk dan lainnya.

“Kita harapkan dengan adanya pelatihan kewirausahaan ini, dapat mencetak wirausaha baru yang bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat, yang tentunya memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Tidak hanya dukungan dari sektor perbankan berupa pemberian atau pinjaman modal, upaya mencetak wirausaha baru juga mendapatkan dukungan dari berbagai sektor, diantaranya Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltim yang memberikan bantuan peralatan pertanian untuk dimanfaatkan oleh UMKM maupun wirausaha di bidang pertanian. (her/hmsprov).

///FOTO : Kepala Perwakilan BI Kaltim Ameriza M Moesa dan Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim HM Djaelani, usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tenbtang kerjasama kedua lembaga tersebut dalam upaya menciptakan sejumlah pelaku usaha di Kaltim.(fajar/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation